Baru Dilantik, Seorang Kepsek Ingin Mengundurkan Diri

oleh -50 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/01/2018)

Salah seorang kepala sekolah berencana mengundurkan diri. Padahal kepala sekolah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan ini baru saja dilantik 10 Januari lalu bersama 153 kepala SMA/SMK/SLB lingkup Pemprov NTB. Kepala sekolah ini bertugas di Kabupaten Sumbawa.

Kepada wartawan, Senin (15/1) kemarin, dia mengemukakan alasan rencana pengunduran dirinya. Salah satunya jarak tempuh antara tempat tinggal dan sekolah yang dipimpinnya cukup jauh. Selain itu usianya yang sudah tua dan kesehatannya yang kerap terganggu membuatnya merasa tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal. Belum lagi adaptasi dengan lingkungan baru membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebelum dimutasi, dia bertugas sebagai kepala sekolah di sekolah kejuruan. Sekarang dia tempatkan di sekolah umum. Sejak dilantik Sekda Provinsi NTB, Ir H Rosiady H Sayuti di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, hingga kini dia tidak pernah masuk di sekolah barunya. Alasan ketidaknyamanannya bertugas di sekolah baru ini sudah dia kemukakan melalui surat resmi yang disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB. Namun hingga kini belum mendapat jawaban. “Jujur saya masih bertanya-tanya apa alasan sebenarnya saya dipindah. Kalau jawaban dari Kadis Dikbud NTB logis saya siap menjalankan tugas. Sebaliknya, kalau tidak logis, mending saya mengundurkan diri,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikemukakan salah seorang kepala sekolah yang mutasi kemarin dijadikan guru biasa. Ia mengaku ogah menjalankan tugasnya mengingat jarak tempuh sekolah barunya ini berada jauh dari tempat tinggalnya. Selain itu dia merasa diperlakukan tidak adil. Bayangkan dari 8 kepala sekolah yang dikembalikan menjadi guru biasa, sebagian besar mengajar di sekolah awal dimana ia bertugas sebelum diangkat menjadi kepala sekolah. “Contohnya mantan Kepala SMAN 3 Sumbawa sekarang dikembalikan ke SMAN 1 Sumbawa lagi. Begitu juga dengan Kepala SMAN 4 Sumbawa, balik lagi ke SMAN 3 Sumbawa. Kok saya seperti dibuang ke tempat yang jauh. Saya kan dulunya ngajar di SMKN 1 Sumbawa, mestinya dikembalikan lagi donk ke sana (SMKN 1 Sumbawa), bukan sekolah umum,” sesalnya.

Baca Juga  Diduga Maling Ternak Bonyok Dihajar Massa

Beban psikologis menurutnya, sangat terasa bila terus memaksakan diri bertugas di sekolah barunya. Sebab semasa menjabat kepala sekolah kejuruan, kepala sekolah umum tempat ia ditugaskan sekarang menjadi guru lagi adalah rival berat sekolahnya dulu dalam bersaing menjadi yang terbaik di Kecamatan Plampang. “Terus terang secara psikologis saya tidak nyaman bertugas di sekolah baru. Lokasinya juga jauh dari tempat tinggal. Kesehatan saya juga sering terganggu. Saya pernah terkena serangan jantung dan kini harus rutin berobat jalan,” ujarnya.

Semenjak menjadi guru lagi, ia belum pernah menjalankan tugasnya di sekolah baru. “Saya akan bersurat ke Kadis Dikbud NTB, agar lokasi tempat mengajar dan tempat tinggal bisa dijadikan pertimbangan dalam melakukan mutasi,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb