Desak AMNT Hentikan Eksplorasi di Dodo, APLS Gelar Aksi Penertiban

oleh -46 views
Sekjen APLS, Ahmad Yani bersama anggota APLS

SUMBAWA BESAR, SR (15/01/2018)

Asosiasi Pengusaha Lingkar Selatan (APLS) mendesak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menghentikan kegiatan pertambangannya di Blok Elang—Dodo Kecamatan Ropang Kabupaten Sumbawa. Desakan itu akan diwujudkan dengan menggelar aksi di jalan dengan menghadang dan menertibkan sejumlah kendaraan terkait perusahaan tersebut termasuk kendaraan yang menyuplai barang dan jasa ke lokasi tambang. Adanya rencana aksi ini dibenarkan salah satu Penanggung Jawab Aksi, Ahmad Yani.

Kepada SAMAWAREA, Senin (15/1), Yani yang juga Sekretaris APLS mengaku surat pemberitahuan aksi tertanggal 15 Januari 2018 ini telah disampaikan kepada Kapolres Sumbawa dengan tembusan Bupati Sumbawa, Ketua DPRD, Camat Moyo Hulu, Kapolsek Moyo Hulu, PT AMNT dan perusahaan Subkontraktor. Aksi ini akan dilaksanakan Selasa (16/1) besok dan rencananya hingga 15 hari ke depan. Disebutkan Yani, ada beberapa titik aksi yaitu simpang Bendungan Batu Bulan (BBB), Lamurung Camp (Basecamp PT AMNT), dan Kantor PT AMNT di Sumbawa Besar.  Dalam aksinya yang melibatkan 75—100 orang ini ungkap Yani, akan melakukan penertiban seluruh barang dan jasa yang berkaitan dengan berbagai kegiatan PT AMNT di Blok Elang Dodo. “Semua lalulintas barang dan jasa ke lokasi tambang akan diperiksa dan ditertibkan,” kata Yani.

Aksi ini dilakukan tegas Yani, sebagai akumulasi kekecewaan masyarakat dan pengusaha lokal yang tergabung dalam APLS terhadap segala bentuk penindasan oleh PT AMNT dan subkonnya. Selama ini PT AMNT dan subkonnya menjanjikan pekerjaan kepada masyarakat, di samping melibatkan pengusaha lokal dalam penyediaan barang dan jasa guna mendukung aktivitas tambang. Kenyataannya perusahaan tersebut merekrut tenaga dari luar terutama perusahaan subkonnya. Demikian dengan pengusaha lokal tidak diberdayakan. PT AMNT dan subkonnya melakukan penunjukkan langsung kepada perusahaan yang dikehendaki termasuk suplay BBM dari Bima, padahal ada pengusaha lokal yang memiliki persyaratan yang sama. “Apa gunanya dibentuk Asosiasi Pengusaha Lokal jika tidak diberdayakan, dan hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” tukasnya.

Baca Juga  Penjual Togel Diringkus Polisi

Yang paling mengerikan adanya praktek yang bersifat adu domba. Mereka sengaja merekrut beberapa orang yang memiliki pengaruh di wilayah selatan untuk melindungi kebijakan perusahaan yang kemudian diindikasikan untuk dibenturkan dengan masyarakat lainnya. “Kami tidak rela adanya praktek semacam ini yang justru memunculkan pengaruh social ekonomi masyarakat yang tidak sehat. Kami tidak tolak investasi tapi investasi yang sehat dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan daerah,” tukasnya.

Yani menilai AMNT dan subkontnya belum memberikan konstribusi apapun bagi masyarakat dan daerah. Jika tidak memberikan tidak perlu ada PTAMNT, masyarakat sudah bisa hidup sejahtera dengan lahan pertanian dengan membangun bendungan. “Lebih baik Newmont daripada AMNT. Saat dikelola asing manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, kini dikelola oleh pengusaha Indonesia sendiri dengan label AMNT justru semakin mundur dan belum memberikan bermanfaat. Jadi kami menolak segala bentuk kegiatan pertambangan AMNT di Blok Elang Dodo,” cetusnya, seraya menginformasikan jika aksi yang digelar APLS akan terus dilakukan bukan hanya sebatas 15 hari tapi bisa satu bulan ataupun dua bulan tanpa henti.

Sementara Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo SIK MT mengaku sudah mendapat surat pemberitahuan dari APLS terkait aksi yang akan digelar besok dan seterusnya. Saat ini pihaknya masih mengkoordinasikannya dengan pihak-pihak terkait. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb