Tablik Akbar di Tangerang, TGB Ajak Masyarakat Bersikap Optimistik

oleh -5 views

TANGERANG, SR (14/01/2018)

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia mengajak masyarakat mengembangkan sikap optimistik dalam menjawab segala  tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini dan kedepannya. Optimisme itu menurut Tuan Guru Bajang  (TGB ) sapaan akrabnya merupakan proses pencarian kemana sesungguhnya hidup ini akan berakhir. Yaitu berusaha bergerak untuk membuka dimensi baru, dan penemuan baru, agar mengetahui kemana kehidupan ini akan berujung. “Optimisme itu dapat diwujudkan dalam bentuk komitmen yang kuat disertai keyakinan yang kokoh dan penuh pengorbanan untuk meraih keridhaan Allah SWT,” kata TGB saat menyampaikan ceramah pada acara Tabligh Akbar yang digagas Organisasi Internasional Alumni AL-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia dan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), dengan tema Membangun Optimisme Umat di Tahun 2018, di Masjid Bayt, Pusat Studi Al-Qur’an, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (13/1). Pada Tablig Akbar tersebut, hadir sejumlah tokoh Nasional dan ulama terkemuka di antaranya, Prof. Dr. H. Quraish Shihab, para Alumni Al Azhar dan ratusan jama’ah yang datang dari berbagai daerah.

Lebih lanjut  Gubernur NTB dua periode ini mengungkapkan bahwa sikap optimistik itu harus dimulai pada diri sendiri yang tertanam begitu dalam sehingga menjadi sebuah kekuatan semangat untuk merubah diri menjadi lebih baik. Kemudian semangat itu diteruskan dengan gerakan nyata untuk melakukan yang terbaik bagi kehidupan umat. Hal itu penting dilakukan, mengingat tantangan yang dihadapi umat saat ini dan kedepan akan semakin besar dan berat. Di antara sejumlah tantangan itu, TGB sempat menyebut adanya kelompok-kelompok tertentu yang diduga berselimutkan agama atau mengatasnamakan agama Islam, namun justru melakukan gerakan yang dapat menghancurkan Islam itu sendiri. Tantangan lainnya,  menurutnya, adalah tantangan Islamphobia, yakni sikap dan perilaku bahkan perkataan yang mengindikasikan sikap membenci Islam. Untuk menghadapi itu semua, hal terpenting yang perlu dilakukan membangun gerakan untuk memperkuat daya tolak dari semua melalui pendidikan dan pencerahan. Dan itu harus dilakukan secara terus menerus. Tantangan terakhir, terkait dengan cara membahasakan Islam kepada orang di sekitar. Ternyata seringkali bukanlah metode yang menyatukan, tetapi justru yang memecah, menciptakan konflik dan memperbesar perbedaan. Untuk mengeliminir tantangan tersebut, TGB mengajak semua melakukan instrospeksi secara khusu’ dan menyeluruh. “Mari kita mencontoh akhlak Islam keseharian, memproduksi wacana Islam dengan karakteristik yang baik, menjinakkan dan terus memperkecil perbedaan,” ajaknya.

Baca Juga  Gubernur Sebut “Moringa Kidom” Adalah Industrialisasi

Sebelumnya, pengasuh Ponpes Bayt Al-Qur’an, Dr. H. Muhammad Arifin, MA menjelaskan bahwa ide awal acara tersebut muncul dari alumni di seluruh wilayah Indonesia, sebagai ajang untuk mempertemukan tokoh tokoh nasional dari Alumni Al Azhar. Sehingga, pihaknya mengatur jadwal untuk menghadirkan tokoh tersebut, termasuk Ust. Abdul Somad. Karenanya, Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh alumni Al Azhar dan masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut. Acara dilanjutkan dengan sejumlah penyampaian dari beberapa almuni Al Azhar, salah satunya Penulis Novel Ayat-Ayat Cinta Habiburrahman El-Shirazy. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb