Cabuli Balita, Terduga Pelaku akan Diperiksa Psikolog

oleh -10 views
Terduga pelaku didampingi pengurus LPA saat dimintai keterangan penyidik PPA Reskrim Polres Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (11/01/2018)

Kasus pencabulan yang diduga dilakukan anak berumur 15 tahun terhadap batita berumur 3 tahun di wilayah hukum Polsek Lunyuk, sudah ditangani Unit PPA Reskrim Polres Sumbawa. Baik korban KA maupun terduga NR sama-sama didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan LK3 Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. Rencananya dalam waktu dekat keduanya akan dibawa ke Mataram.

Pengurus LPA dan LK3 Sumbawa, Fatriatul Amanda S.Pd yang ditemui di ruang PPA Reskrim, Kamis (11/1), mengakui hal itu. Korban dan terduga pelaku akan diberikan advokasi untuk pemulihan psikisnya. Untuk korban akan dibawa ke Panti Paramitha Mataram, sedangkan terduga direkomendasikan ke Psikolog LPA NTB. “Kami sudah konsultasikan masalah ini kepada kedua lembaga itu dan mereka siap untuk menanganinya,” kata Atul—sapaan aktivis perempuan ini disapa.

Khusus terduga pelaku, ungkap Atul, diduga mengalami keterbelakangan mental. Dalam pemeriksaan, pihak Polsek mengalami kesulitan untuk meminta keterangan bocah yatim tersebut karena keterangannya berubah-ubah. Karenanya Psikolog akan melakukan pemeriksaan secara psikis untuk membuktikan benar dan tidaknya terduga masuk kategori anak berkebutuhan khusus. “Psikolog di LPA NTB sudah siap memberikan konseling terhadap terduga selama beberapa hari,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sumbawa melalui Kanit PPA, AIPDA Arifin Setioko S.Sos, mengatakan pihaknya memback-up Polsek Lunyuk untuk menangani kasus dugaan pencabulan ini. Ia mengakui jika keduanya untuk sementara ini akan ditangani LPA dan LK3. Keduanya akan dibawa ke Mataram guna pemulihan psikisnya. Sejauh ini kasus tersebut ungkap Arifin, belum ditingkatkan ke penyidikan. Sebab terduga pelaku akan dilakukan pemeriksaan khusus oleh psikolog. Jika benar terduga menyandang orang berkebutuhan khusus akan dikonsultasikan dengan pihak Polda NTB. Apabila disamakan dengan orang yang mengalami gangguan jiwa atau gila, tentunya terduga tidak dapat diproses secara pidana. “Tindaklanjut kasus ini tergantung dari hasil pemeriksaan psikolog,” pungkasnya.

Baca Juga  Tak Pakai Helm Terjaring Razia, Pengendara ini Ternyata Pelaku Curanmor

Seperti diberitakan, NR (15) diamankan polisi setelah dilaporkan mencabuli seorang balita berumur 3 tahun tetangganya sendiri. Meski usianya sudah remaja tapi terduga pelaku masih duduk di bangku kelas 3 SD. Terduga beberapa kali tidak naik kelas. Pasalnya dia diduga mengalami keterbelakangan mental. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb