Alhamdulillah, Pembangunan Pasar Brang Bara Tuntas 100 Persen

oleh -35 views

SUMBAWA BESAR, SR (09/01/2018)

Pembangunan Pasar Brang Bara Kabupaten Sumbawa telah tuntas 100 persen. PT Tiba Papua selaku pelaksana proyek berhasil menyelesaikannya, Selasa, 9 Januari 2018. Tim PHO yang didampingi TP4D Sumbawa sudah melakukan PHO sekaligus memastikan jika semua item pekerjaan sudah beres. “Alhamdulillah hari ini pembangunan Pasar Brang Bara sudah dinyatakan 100 persen,” ucap Muhammad Eri Satriawan SH, Humas sekaligus Tim Advokasi Hukum PT. Tiba Papua dalam jumpa persnya kepada sejumlah wartawan, siang tadi.

Mewakili perusahaan, Ia menyampaikan terima kepada masyarakat Sumbawa baik optimis yang optimis dari awal bahwa pasar ini bisa selesai maupun yang pesimis dan kritis sehingga memantik semangat pihaknya untuk membuktikan mampu menyelesaikan pekerjaan ini dalam waktu yang telah ditentukan.

Pada prinsipnya ungkap Erik—panggilan singkatnya, pihaknya sudah melakukan kegiatan ini dengan segala upaya dan sangat maksimal meski dalam waktu yang tidak normal (abnormal). Di daerah lain yang mendapat dana TP Kementerian Perdagangan Tahun 2017 untuk mengerjakan proyek yang sama, rata-rata waktu pengerjaannya selama 120 hari. Namun di Kabupaten Sumbawa, pengerjaan pasar ini hanya 70 hari. Terkait keterlambatan dalam proses penyelesaian proyek hingga hari ini, Erik mengaku tidak ada unsur kesengajaan. Kendalanya adalah masalah tanah urug yang menyebabkan terjadi delay selama beberapa hari dari sejak mulainya penandatanganan kontrak 12 Oktober 2017 lalu. Selanjutnya masalah atap. Atap bangunan pasar induk ini dari UPPC yang harus ada persetujuan mengenai merk. Untuk mendapatkan persetujuan ini membutuhkan waktu selama beberapa hari. Demikian dengan dimensi keramik. Awalnya 20×20, setelah dilakukan pengecekan di pabrik ataupun distributor ternyata dimensi keramik ini sudah sangat langka dan sulit didapatkan. Untuk mengganti dimensi menjadi 40×40, harus diusulkan dan juga membutuhkan waktu.

Baca Juga  Hutan Mata Kritis, Kayu Habis Terbabat Sisakan Semak Belukar

Di bagian lain, Erik memberikan klarifikasi soal baja yang digunakan untuk konstruksi bangunan Pasar Brangbara yang banyak mendapat sorotan dan hembusan isu yang beragam. Erik memastikan bahwa baja tersebut asli dari Gunung Garuda (GG) dan dalam kondisi baru yang dibuktikan dengan surat jalan, invoice dan lainnya. Sangat tidak benar informasi yang menyatakan baja yang digunakan di Pasar Brangbara adalah baja bekas. “Baja itu bersumber dari pabrik karena kita mendapat dukungan pabrik. Hanya saja pendistribusian tidak mesti langsung dari pabrik karena ada hukum dagang yang harus dipahami. Karena dalam skala yang tidak terlalu besar sehingga kita diarahkan pabrik ke distributor. Memang di Lombok tidak ada distributor dan tidak pernah kami mengambil melalui distributor atau teman yang ada di Lombok. Yang kami lakukan meminta tolong kepada agen yang ada di Lombok untuk mengkomunikasikan kepada distributor sesuai arahan dari pabrik. Ini hanya untuk mempercepat proses. Jadi invoicenya ada dan sudah kami serahkan ke TP4D,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa dalam pengadaan barang dan jasa, baja itu sudah diperiksa tim ahli yang kemudian memastikan bajanya asli dan sebagainya.

Dengan tuntasnya pasar ini, pekerjaan kontruksi PT Tiba Papua sudah selesai. Meski demikian masih ada masa pemeliharaan selama 6 bulan ke depan. Selama masa pemeliharaan ada hal-hal yang mungkin sifatnya tidak fungsional maupun kerusakan yang dikarenakan pekerjaan yang tidak sempurna, itu tetap menjadi tanggung jawab rekanan. “Kami ada tim di sini yang secara rutin mengecek ini selama 6 bulan, tentu kami mengambil sikap yang cepat apabila ada kerusakan-kerusakan selama masa pemeliharaan,” tukasnya.

Baca Juga  Pasca Banjir, PLN Pulihkan Listrik di Bima

Mengakhiri jumpa persnya, Erik atas nama perusahaan menyampaikan apresiasi kepada tim yang terlibat dalam paket proyek Pasar Brang Bara, dinas terkait dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas yang tanpa henti siang dan malam mendampingi dan melakukan pengawasan selama proses pengerjaan. Demikian dengan TP4D dan lainnya yang selalu memberikan arahan agar proyek senilai Rp 5,5 Miliar lebih ini sehingga berjalan sesuai harapan dan aturan yang telah ditetapkan. “Kami juga menyampaikan permohonan maaf mungkin ada yang tidak nyaman dan tidak berkenan di hati. Ketika ada item pekerjaan yang tidak sempurna, kami tetap terbuka dan siap bertanggung jawab selama masa pemeliharaan ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb