Dukung Pesona Gili Balu, Disbudpar KSB Siapkan Resto Apung

oleh -3 views

SUMBAWA BARAT, SR (07/01/2018)

Salah satu kawasan wisata yang akan dikembangkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat adalah kawasan wisata Gili Balu. Destinasi wisata yang telah ditangani oleh PT ESL dan PT NOV tersebut memang belum semuanya dapat tergarap dengan baik. Tetapi lokasi yang menjadi primadona para pengunjung di kawasan Gili Balu baik dari dalam dan luar Sumbawa Barat adalah Pulau Kenawa dan Pulau Passerang. Saat ini kedua pulau tersebut telah mendunia dan banyak dikunjungi wisatawan mancanegara tidak hanya untuk berlibur tapi juga penelitian atau edukasi. Cerita tentang indahnya Pulau Kenawa dan Pulau Passerang yang telah mendunia tersebut, tentunya menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat KSB untuk menjadikannya sebagai ladang berusaha. Saat ini memang terdapat beberapa peluang usaha yang telah ditangkap oleh masyarakat setempat seperti penyewaan angkutan menuju ke pulau, penyewaan tenda bagi para pengunjung yang ingin berkemah, penyewaan fasilitas bermain (banana boat, spead boad), penyewaan peralatan snorkeling, dan para penjaja makanan serta pedagang kakilima yang membangun lapak di kedua pulau tersebut. Beberapa usaha ini dipandang cukup produktif untuk dikembangkan di masa mendatang, namun memerlukan pembinaan, sehingga aktifitas semua usaha jasa pariwisata kawasan Gili Balu menjadi lebih baik. Guna menunjang aktifitas arus transportasi menuju Gili Balu, di tahun 2017 Disbudpar Sumbawa Barat telah menyiapkan fasilitas Resto Apung yang nantinya akan menunjang aktifitas destinasi wisata Gili Balu. Bangunan dengan ukuran 10 x 65 meter persegi ini rencananya akan mulai dikelola Tahun 2018 yang akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Baca Juga  Bendungan Beringin Sila, Dambaan Puluhan Tahun Diwujudkan Januari 2019

Keberadaan Resto Apung ini selain diharapkan sebagai factor pemicu meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan ke detinasi wisata Gili Balu, juga terbukanya lapangan pekerjaan, khususnya masyarakat yang berada di Desa Poto Tano. Ini tentunya sangat relevan, karena sebagian besar masyarakat Desa Poto Tano bermata pencaharian sebagai nelayan yang cocok menjadi bagian tak terpisahkan dari aktifitas Resto Apung. (HEN/SR)

dukacita dukacita bankntb