Zul Rohmi di Antara Jawara Petarung Politik NTB

oleh -1 views
Didu dan Athar

MATARAM, SR (06/01/2018)

Menjelang masa pendaftaran PilGub NTB 2018 ke KPU, 8–10 Januari 2018, makin terlihat afiliasi atau back-up politik para pasangan calon (Paslon) yang diusung parpol. Setelah PDIP menyatakan diri mengusung Paket Ahyar Mori, Giliran PKB NTB secara resmi mengusung Paket Suhaili Amin. Beberapa hari sebelumnya PKS NTB merapat ke Zul Rohmi. Selain itu sisi menarik dari konstestasi PilGub NTB ini adalah tampilnya Paslon independen Ali Sakti yang turut meramaikan hajatan pesta demokrasi rakyat NTB ini. Terlepas hal tersebut, ajang PilGub NTB akan menempatkan sosok pendatang baru, paket Zul Rohmi yang bakal bersaing dengan tiga jawara petarung politik yang memiliki rekam jejak memenangkan konstetasi pilkada kabupaten/kota era sebelumnya. Demikian Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH menanggapi konstelasi politik Pilgub NTB melalui siaran pers yang disampaikan ke SAMAWAREA, Jumat, (5/1).

Didu–panggilan akrab Direktur Mi6 mengakui paska PDIP NTB mengusung secara resmi Paket Ahyar Mori akan mengubah secara drastis konstelasi politik Pilgub NTB di injury time. Posisi tawar politik Paket Ahyar Mori makin menguat di mata Paslon lain. Karena bagaimanapun PDIP sebagai the ruling party tentu memiliki kalkulasi politik yang clear sampai memback up Ahyar Mori. “Salah satu agenda politik besar PDIP kedepan adalah Pilpres 2019 untuk memenangkan Jokowi lagi. Maka tentu PDIP harus bisa memastikan bahwa semua Paslon yang diusung menang dalam semua pilkada serentak agar jelas mapping suara pemilih untuk kepentingan Pilpres 2019 itu,” ujar Didu menganalisa.

Baca Juga  Aksar Ansori: KPU Sumbawa Sangat Luar Biasa, Tapi Sayang…

Selanjutnya, setelah PKB NTB melakukan manuver politik tidak segera menyudahi permainan, akhirnya dipastikan merapat ke paket Suhaili Amin. Dari sisi bargaining politik dengan diusung Golkar, Nasdem dan PKB, Paslon Suhaili Amin makin digdaya dan percaya diri memenangkan PilGub NTB. “Apalagi paket Suhaili Amin mencerminkan perimbangan politik Lombok-Sumbawa,” imbuhnya.

Paket Ahyar Mori dan Suhaili Amin sambung Didu, mencerminkan kekuatan politik yang sesungguhnya karena dukungan afiliasi politik yang berimbang. Yang terpenting mereka memiliki pengalaman yang sama memenangkan pilkada dua kali di wilayahnya. ” Dengan pengalaman dan nama besar sebagai jawara petarung politik, Ahyar maupun Suhaili tentu memiliki treatment khusus memenangkan PilGub NTB ini,” ujar mantan Direktur Eksekutif  Walhi NTB ini.

Kekuatan dan Pesona Paket Zul Rohmi

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah SE mengatakan paket Zul Rohmi yang diusung koalisi ramping Demokrat dan PKS, diakui merupakan wajah baru dan belum memiliki pengalaman dalam pilkada sebelumnya seperti tiga calon lain yakni Ali BD, Ahyar Abduh dan Suhaili. “Sebagai pendatang baru di pentas PilGub NTB, wajar jika Zul Rohmi diprediksi sulit memenangkan pemilukada Gubernur ini. Namun dalam politik itu tidak ada yang tidak mungkin ketika ada invisible hand turut terlibat.

Meskipun demikian lanjut Athar, paket Zul Rohmi tidak boleh dipandang sebelah mata karena memiliki kekuatan dan pesona dengan latar belakang maupun back up politik yang mumpuni yakni dukungan Demokrat, PKS dan jamaah NW yang solid. “Itulah modal suara Zul Rohmi yang riil dan kongkret dalam memenangi PilGub NTB, selain indikator hasil survey yang trend elektabilitas Zul Rohmi meningkat secara signifikan,” ungkap Athari.

Baca Juga  Mo-Novi VS Jarot-Mokhlis Soal Ketersediaan Listrik di Daerah Terpencil

Yang tidak boleh dianggap enteng lanjutnya adalah posisi TGB tentu akan bahu membahu memenangkan Zul Rohmi. “Sebagai kreator politik yang mendesign munculnya Paket Zul Rohmi, TGB pasti memiliki kalkulasi politik yang cerdas mengatasi para jawara petarung politik itu,” tambah Athar.

Meski demikian pengalaman kekalahan NW di benteng pertahanannya dalam pentas Pilkada Bupati  Lombok Timur 2013 silam agaknya menjadi bahan evaluasi dan refleksi penting di balik munculnya Paket Zul Rohmi. “Selain mewakili Lombok Sumbawa, paket Zul Rohmi dihajatkan pula meraih suara perempuan  dan pemilih milenial,” lanjut Sekretaris Mi6 ini.

Konstelasi PilGub NTB the last minute diprediksi akan ada kejutan politik yang tidak terduga. Hal ini terkait masih ada beberapa partai yang belum mengeluarkan SK dukungan buat para Paslon. “Tidak tertutup kemungkinan partai yang semula mendukung calon tertentu, bisa berubah haluan Paslon yang diusung karena ada perubahan sikap politik DPP partai itu,” timpal Didu seraya mengatakan dalam politik kerap terjadi apa yang terlihat tidak mencerminkan fakta sesungguhnya. (SR)

dukacita dukacita bankntb