Rekanan Tanah Urug Ancam Bongkar Lantai Pasar Brang Bara

oleh -10 views
Pemodal Tanah Urug Ahmad Mek didampingi kuasa hukumnya, Surahman MD SH MH

SUMBAWA BESAR, SR (06/01/2017)

Ternyata badai belum berlalu. Proyek Pasar Brang Bara Kabupaten Sumbawa masih dirundung masalah. Kali ini ancaman datang dari rekanan tanah urug pasar modern tersebut yang saat ini sudah tinggal finishing. Rekanan mengancam akan mengambil kembali tanah urugnya yang kini digunakan sebagai lantai bangunan induk pasar senilai Rp 5,5 Milyar lebih tersebut. Untuk mengambil tanah urug itu, tentunya lantai yang sudah dikeramik ini terpaksa dibongkar. Demikian diungkapkan Surahman MD SH MH—kuasa hukum Ahmad selaku pemilik modal proyek tanah urug kepada SAMAWAREA, Jumat (5/1) tadi malam.

Ancaman ini akan direalisasikan ungkap Surahman, jika pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selaku leading sektor terkait, belum menunjukkan itikad baik membayar hasil pekerjaan rekanan. Rekanan sudah melaksanakan kegiatan sesuai surat perintah kerja dengan melakukan pengurugan di lokasi pembangunan Pasar Brang Bara. Pekerjaan itu telah dilaksanakan sesuai dengan RAB. Ketika pekerjaan telah selesai, secara sepihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan berbagai alasan melakukan pemutusan kontrak tanpa membayar sepeserpun hasil pekerjaan kontraktor. Jika memang ada kekurangan dalam pekerjaan, lanjut Man—akrab pengacara muda ini disapa, harusnya pembayaran dihitung sesuai volume pekerjaan. “Ini merugikan klien kami. Hasil pekerjaan tidak dibayar tapi produk (tanah urug) dari pekerjaan itu dimanfaatkan sebagai lantai proyek pembangunan Pasar Brang Bara. Jadi jika tidak dibayar kami akan mengambil kembali tanah kami,” tukasnya.

Baca Juga  Begal Motor Tewas Dihakimi Massa

Disinggung mengenai upaya lain, Man menyatakan akan menempuh upaya hukum untuk menggugat pemerintah secara perdata. Sebab dengan adanya persoalan ini, kliennya bukan hanya dirugikan secara materi tapi juga moril. Kendati demikian pihaknya masih membuka ruang negosiasi. Itupun dengan batas waktu yang ditentukan. “Saat mediasi gagal, kami akan bersikap,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, proyek tanah urugan Pasar Brang Bara ini dikerjakan CV. Khalifah. Dananya senilai Rp 197 juta yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb