UKM KOKAM UNSA Bangun Pemahaman Mahasiswa Pentingnya Berorganisasi

oleh -13 views

SUMBAWA BESAR, SR (26/12/2017)

Unit Kegiatan Kemahasiswaan Komunitas Kajian Mahasiswa (UKM KOKAM) Universitas Samawa (UNSA) berinisiatif memberikan pemahaman kepada mahasiswa setempat tentang pentingnya berorganisasi di kampus. Pemahaman ini diberikan melalui kegiatan diskusi terbuka bertemakan “Refungsi Organisasi Kemahasiswaan Dalam Meningkatkan Kemampuan Intelektual” belum lama ini.

Ketua UKM KOKAM UNSA, Dicky Zulkarnaen menyampaikan bahwa diskusi terbuka ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para mahasiswa akan pentingnya organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus, dan meningkatnya motivasi mahasiswa untuk berorganisasi. Selain itu peningkatan produktivitas kegiatan maupun program kerja yang dilakukan oleh lembaga kemahasiswaan sehingga organisasi kemahasiswaan akan menjadi sarana pengembangan diri untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta memiliki integritas. Disebutkan Dicky yang tercatat sebagai Mahasiswa Agroteknologi UNSA ini, peserta diskusi adalah seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan di internal UNSA baik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, BEM Fakultas, HMPS dan UKM.

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni Universitas Samawa, Dr. Budi Prasetiyo, S.Sos, M.AP menyampaikan bahwa UNSA memiliki berbagai UKM yang terbagi dari UKM yang bergerak pada bidang penalaran, peningkatan minat dan bakat, serta UKM yang memiliki orientasi peningkatan kesejahteraan dan kerohaniaan. Karenanya menurut pimpinan Majelis Wilayah KAHMI Provinsi NTB ini bahwa mahasiswa UNSA harus memilih salah satu UKM tersebut untuk menambah wawasan dan pengetahuannya dalam berorganisasi. Sebab orang sukses pasti telah ditempa dari organisasi, seperti Presiden RI Jokowi yang merupakan salah satu kader Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UGM. Lebih lanjut Budi menjelaskan, dalam bidang kemahasiswaan, UNSA saat ini berada pada rangking 113 PTN/PTS di seluruh Indonesia. Demikian pada keikutsertaannya pada Program Kreativitas Mahasiswa UNSA berada pada kluster III sehingga memiliki kesempatan mengirim sebanyak 225 proposal. Seluruh skim yang didanai oleh DIKTI, UNSA memiliki peluang untuk mengikutinya baik 5 bidang PKM maupun PKM GT dan AI. Pada beberapa tahun terakhir, bidang kemahasiswaan UNSA juga telah menjadi peserta pada ajang kompetisi nasional seperti Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS), MTQ Nasional di Malang dan Pekan Olahraga Nasional. Meski demikian ke depan masih banyak tantangan yang menjadi pekerjaan rumah untuk dituntaskan. Di antaranya mengasah kemampuan mahasiswa melalui organisasi internal sehingga lebih tersistem dan terkolektif, karena saat ini prestasi nasional dan internasional yang diraih oleh mahasiswanya diakui masih secara individual.

Baca Juga  Lagi, Mahasiswa UTS Jadi Duta Genre Kabupaten

Sementara Poetra Adi Soerjo, S.Sos.I MA salah seorang narasumber pada Diskusi Terbuka ini menjelaskan, untuk mengembangkan kemampuan intelektual bagi mahasiswa hendaknya dilakukan dengan membentuk partisi diri. Ia mencontohkan software di komputer sudah membentuk komponen-komponen di dalamnya sehingga tersimpan di folder masing-masing. Demikian pada otak manusia. Ini karena masyarakat kecenderungannya menganggap mahasiswa mengetahui segala hal. Padahal di kampus mahasiswa dibagi dalam berbagai keilmuan baik berbagai fakultas maupun jurusan. Untuk itu Staf Ahli Wakil Ketua DPR RI ini mengajak mahasiswa UNSA lebih banyak mempelajari filsafat pengetahuan sehingga memiliki pijakan cara berfikir. Artinya ketika ditanya bidang ilmu apapun oleh masyarakat, pasti konek. “Meski bidang ilmunya pendidikan ketika ditanya tentang ekonomi pasti nyambung,” pungkasnya. (SR)

dukacita dukacita bankntb