Naen: Janji Husni—Mo Bantu Penegerian UNSA Hanya Pemanis Bibir

oleh -24 views
Zulkarnain ST MT

SUMBAWA BESAR, SR (26/12/2017)

Penegerian Universitas Samawa (UNSA) hingga kini belum terealisasi. Hal ini terganjal karena adanya moratorium dari pemerintah pusat. Namun demikian jajaran universitas tertua di Pulau Sumbawa ini terus menyakinkan pemerintah pusat melalui berbagai upaya di antaranya melengkapi sarana prasarana maupun fasilitas pendukung kampus. Selain menyediakan lahan yang cukup luas di Bukit Biling Monte Unter Iwis, UNSA telah membangun beberapa lokal baru termasuk asrama mahasiswa dalam bentuk rumah susun (Rusun) bantuan Kementerian PUPR. Meski demikian masih ada yang perlu dibenahi. Karenanya dukungan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa sangat diharapkan.

Hal ini diakui Zulkarnain ST MT—salah satu Kaprodi di UNSA. Kepada SAMAWAREA, Senin (25/12), Naen, sapaan akrabnya, menyesalkan belum adanya dukungan anggaran dari Pemda Sumbawa di masa pemerintahan Husni—Mo untuk mendorong akselerasi percepatan penegerian UNSA ini. Padahal dukungan anggaran ini merupakan janji politik Bupati HM Husni Djibril B.Sc di bidang pendidikan. “Saya kira janji politik ini hanya pemanis di bibir saja, sebab sudah dua tahun menjabat belum ada tanda-tanda menjadi nyata,” tukas Naen yang juga politisi Nasdem ini.

Ia juga tidak melihat alokasi anggaran APBD Sumbawa Tahun 2018 untuk mendorong percepatan penegerian UNSA. Justeru komitmen ini ditunjukkan Pemda Sumbawa Barat yang siap membantu UNSA terutama melengkapi peralatan laboratorium. Pemda KSB telah mengundang Rektor UNSA dan meminta untuk menyiapkan proposal. Dari informasi yang diperoleh Pemda KSB akan mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta untuk UNSA. Memang diakui Naen, dari komparasi nilai bantuan tidak terlalu besar tetapi bentuk kongkrit Pemda KSB dalam mendukung percepatan penegerian UNSA.

Baca Juga  Setelah Pariwisata dan Pendidikan, Korsel-NTB Rencanakan Kerjasama Pertanian

Naen mengakui bahwa moratorium penegerian perguruan tinggi swasta oleh pemerintah pusat belum dicabut. Namun moratorium itu termentahkan ketika fasilitas infrastruktur UNSA terpenuhi. “Ketika semua sudah terpenuhi maka tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menutup ruang penegerian UNSA. Apalagi penegerian ini merupakan keinginan kuat dari yayasan. Karena ketika dinegerikan, UNSA akan menjadi milik pemerintah,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb