Tragis !! Satu Keluarga di Lopok Disiksa Perampok

oleh -13 views
Korban perampokan di Kecamatan Lopok

SUMBAWA BESAR, SR (22/12/2017)

Dusun Muhajirin, Desa Berora, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, mendadak tidak aman. Hal ini terjadi setelah tiga orang perampok beraksi di kediaman salah seorang warga dan menganiaya satu keluarga, Jumat (22/12) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita. Adalah Dowasa (67) beserta istri dan tiga orang anaknya menjadi korban. Mereka menderita luka-luka akibat dianiaya. Selain itu uang tunai Rp 4 juta dan sebilah parang milik korban dibawa kabur perampok yang dalam aksinya mengenakan topeng.

Informasi yang dihimpun SAMAWAREA, kawanan perampok ini mendatangi kediaman korban yang tengah tertidur lelap. Mereka masuk dengan cara memasukkan tangan dan membuka grendel pintu. Kehadiran tamu tak diundang ini membuat seluruh penghuni rumah terjaga dan panik. Hal itu membuat para perampok emosi. Dowasa dihajar menggunakan benda tumpul tepat di alis mata kiri dan punggungnya. Istrinya Sakinah juga menjadi sasaran karena berusaha melindungi suaminya dari amukan perampok. Akibatnya sekujur tubuhnya lebam dihantam berkali-kali oleh para pelaku. Tidak hanya Dowasa dan istrinya, para perampok juga menganiaya ketiga anaknya yaitu Hamzanwadi (18), Nurul Hidayati (14) dan Sultan Ibrahim (11) yang saat itu sedang beristirahat. Di antara ketiganya Hamzanwadi menderita cedera cukup para, kepala dan punggungnya bengkak dan lebam. Sedangkan dua adiknya hanya cedera ringan. Setelah menganiaya seluruh penghuni rumah, para pelaku yang diperkirakan masih muda-muda ini kabur menggondol uang tunai Rp 4 juta dan sebilah parang.

Baca Juga  Senam Pagi Berbaju ‘Palu Arit’ Oknum Honorer Diamankan TNI

Kapolsek Lape, AKP Satrio yang dihubungi siang tadi mengakui adanya kejadian tersebut. Namun sejauh ini korban belum melaporkannya secara resmi. Meski demikian pihaknya berinisiatif turun ke lapangan untuk melakukan olah TKP dan menghimpun informasi. Selain itu membawa para korban ke puskesmas guna mendapat penanganan medis secara intensif.

Dalam penyelidikan terungkap jika pelaku masuk ke rumah korban dengan cara membongkar slot kunci pintu. Pelaku sepertinya mengenal situasi. Bahkan para pelaku juga pernah mendengar korban menjual ternaknya beberapa waktu lalu. Pelaku juga sempat menanyakan sepasang batu merah delima milik korban. Hasil olah TKP, ungkap Yoyok—sapaan Kapolsek, pihaknya menemukan jejak kaki pelaku ke arah sawah di belakang rumah korban. Setelah ditelusuri, ditemukan pisau milik korban yang dibuang pelaku di sawah. “Kami terus mendalami informasi, semoga ada petunjuk,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb