TGB Ajak Masyarakat Mencintai NKRI Dengan Syukur dan Istighfar

oleh -4 views

JATENG, SR (21/12/2017)

Gubernur NTB,  Dr. TGH. M. Zainul Majdi MA mengajak seluruh masyakat, utamanya umat Islam senantiasa bersyukur atas anugerah yang dilimpahkan Allah SWT bisa menjadi bagian dari NKRI dan Bangsa Indonesia. “Menghadirkan dan menanamkan kesyukuran dalam diri kita atas setiap nikmat Allah tersebut, berarti juga menanamkan dalam diri kita sebuah kecintaan terhadap Bangsa Indonesia ini,” ujar gubernur yang lebih akrab disapa Tuan Guru bajang (TGB) itu ketika mengisi Tabligh Akbar bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Brebes-Jateng, di Kompleks Masjid Ponpes Al-Hikmah, Selasa (19/12) malam lalu. Pada saat itu Gubernur TGB menguraikan tafsir Al-Qur’an dalam Surat Al-Mursalat yang sebelumnya  dibacakan dengan lantunan yang sangat syahdu oleh ratusan santriwati di Ponpes Al-Hikmah tersebut.

Dalam pandangannya, kecintaan terhadap NKRI harus diwujudkan dengan cara meneladani  apa yang ditunjukkan Allah dan Rasulnya. Jalan untuk mencintai Indonesia adalah dengan menghidupkan sunnah-sunnah dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Selain itu, cara menunjukkan kecintaan terhadap negeri ini dengan banyak beristigfar, memohon ampun kepada Allah. “Allah akan menjaga kita dan bangsa ini selama masih banyak di antara kita yang beristigfar kepada Allah. Bahwa mencintai republik ini dan menjaganya bukan hanya sekedar ucapan dan kata-kata, melainkan harus menghadirkan Rasul di tengah-tengah kita dan mari kita perbanyak istigfar,” ajak Gubernur yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Indonesia itu.

Baca Juga  Kenaikan Pangkat dan Drama Kolosal Warnai HUT TNI

Gubernur TGB kemudian menjelaskan bahwa di dalam Surat Al-Mursalat terdapat satu ayat sebagai penggugah dan pengingat agar sebagai manusia bisa terus sadar dan waspada terhadap diri sendiri. Bahkan di dalam empat ayat dari surat itu, seharusnya membuat semuanya bisa banyak bersyukur kepada Allah SWT.

Lebih lanjut TGB menjabarkan, dilihat dari proses penciptaan manusia yang diawali dengan setetes air yang tidak diperhitungkan, kemudian disimpan dalam tempat yang kokoh yaitu rahim, dan berkembang hingga batas waktu yang ditentukan, lalu lahirlah ke dunia. Maka tidak ada ruang dalam setiap tarikan nafas ini untuk tidak bersyukur. Semua yang dilewati di dunia ini telah ditentukan Allah yang sebaik-baik menetapkan. Hal ini menurut cucu Pahlawan Nasional, Maulana Syaikh, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pelajaran berharga bagi seorang manusia, yakni bagaimana mensyukuri nikmat Allah SWT. “Mari kita perbanyak bersyukur, rendahkan hati kita. Siapa yang sadar dirinya rendah di hadapan Allah SWT, maka Allah mengangkat dirinya di hadapan manusia,” tegas TGB. (JER/SR)

 

dukacita dukacita bankntb