Konstruksi Failitas Air Baku Bintang Bano Mulai Dibangun 2018 

oleh -32 views
Bendungan Bintang Bano saat dalam pengerjaan

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPRPP KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (11/12/2017)

Satu lagi lobi pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berhasil untuk melengkapi fasilitas penunjang Bendungan Bintang Bano. Tahun 2018 mendatang, kegiatan konstruksi fasilitas air baku bendungan yang terletak di Kecamatan Brang Rea tersebut akan dimulai pengerjaannya.

Kepastian akan dimulainya pembangunan fasilitas air baku Bendungan Bintang Bano itu diperoleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) KSB melalui Bidang Cipta Karya selaku bagian yang mengurusi program tersebut. “Sudah dipastikan tahun depan. Kementerian PUPR juga telah menyiapkan anggarannya,” terang Kasi Penyediaan Air Minum dan Pengelolaan Air Limbah Bidang Cipta Karya, Abdul Azis, Eng kepada wartawan, belum lama ini.

Untuk membangun fasilitas air baku tersebut Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) menyiapkan anggaran sekitar Rp 192 miliar yang pelaksanaan programnya di lapangan dikelola langsung oleh Badan Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) 1. “Untuk persyaratan lainnya yang menjadi kewenangan kita sudah kita tempuh selama ini. Makanya kemudian programnya bisa turun tahun depan,” papar Azis.

Ia menjelaskan, pada pembangunan tahap awal ini akan ada 3 kegiatan pengerjaan. Yakni pembangunan intake dan jaringan transmisi untuk dua zona pelayanan di antaranya jaringan untuk Kota Taliwang dan Kecamatan Seteluk-Poto Tano. “Jadi ada tiga kegiatannya yang akan dilaksanakan tahun depan dan itu akan diselesaikan dalam 1 tahun anggaran,” urainya.

Sesuai rancangan pemanfaatan air baku Bendungan Bintang Bano, Pemda KSB telah merencanakan ke seluruh zona pelayanan yang terdiri dari 3 wilayah. Azis menyebutkan, untuk 1 zona lainnya Pemda KSB melalui Dinas PUPRPP akan menyiapkan usulannya pada tahun 2019 mendatang yakni zona Maluk-Jereweh dan Sekongkang. “Kami sudah siapkan usulannya dan memang butuh anggaran besar, mudah-mudahan bisa dikerjakan dengan sistem multy years (tahun jamak) kalau memang tidak bisa tuntas dalam setahun,” timpalnya.

Baca Juga  Bupati Puji Kemasan Festival Taliwang Culinary Night

Azis mengaku, selain fasilitasnya pihaknya juga mendorong agar pemerintah pusat dapat menyediakan unit produksi dan distribusinya. Untuk itu di tahun 2019 juga, pihaknya telah menyiapkan usulan pengelolaan unit produksi dan distribusinya melalui Dirjen Cipta Karya. “Di bagian ini kita butuh fasilitas berupa water treatment plane (WTP) di ketiga zona,” imbuhnya.

Potensi pemanfaatan air baku Bendungan Bintang Bano untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat disampaikan Azis, sangat besar. Dari sisi produksinya, debit air yang bisa disalurkan mencapai 550 liter/detik. Untuk per liternya mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sebanyak 80 kepala keluarga (KK). “Di KSB ini hanya ada sekitar 35.000 KK. Artinya kalau sumber air baku bendungan mulai dimanfaatkan maka produksi air bersih kita surplus,” sebutnya. “Posisi kita sekarang untuk tuntas penyediaan air bersih di posisi 95 persen. Ini juga akan selesai dengan kehadiran pemanfaatan air baku Bintang Bano nantinya,” sambung Azis.

Jaringan transmisi air baku Bendungan Bintang Bano yang dibangun menggunakan anggaran pusat itu nantinya akan disambungkan dengan jaringan yang telah dibangun oleh daerah dan selama ini dikelola Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM). Kapasitas jaringan PDAM saat ini memiliki kemampuan daya salur sebanyak 2×50 liter per detik atau 100 liter per detik. Tetapi selama ini kapasitas itu belum optimal karena aliran air yang disalurkan baru sekitar 75 liter per detik. “Nah kalau sumber air baku Bintang Bano mulai dimanfaatkan, maka jaringan yang sudah ada bisa optimal karena kekurangannya bisa diambil dari sana. Dan tentu juga kita butuh jaringan baru supaya yang 550 liter dari Bintang Bano bisa tersalurkan semuanya,” ujarnya.

Baca Juga  Pemdes Plampang Cegah Sebaran Corona dan Antisipasi Dampaknya

Ditanya soal sistem distribusi air yang akan digunakan untuk pengelolaan sumber air baku Bintang Bano, Azis mengatakan, akan ada dua teknik yang dimanfaatkan pertama gravitasi memanfaatkan sudut elevasi tertentu dan kedua menggunakan sistem pompa. “Yang jelas semua rencana untuk pemanfaatan air baku bendungan sudah disiapkan, jadi kalau selesai program tahun 2018 masyarakat bisa mulai memanfaatkannya,” klaimnya.

Terakhir ia menyampaikan, potensi air baku yang dimiliki KSB sangat besar dengan kehadiran Bendungan Bintang Bano. Karenanya tidak menutup kemungkinan di kemudian hari potensi air bersih itu tidak saja dapat memenuhi kebutuhan masyarakat KSB tetapi juga daerah lainnya. “Kalau sumber air PDAM sekarang ditambang sumber air Bintang Bano kita surplus air bersih. Jadi kelebihan itu bisa kita jual misalnya ke Kabupaten Sumbawa sehingga menghasilkan PAD,” imbuhnya. (HEN/SR)

dukacita dukacita bankntb