Kapolres Sesalkan Satpol PP ke Lar Ai Ampuk Tanpa Koordinasi

oleh -6 views
Situasi pasca penyerangan di Lar Ai Ampuk

SUMBAWA BESAR, SR (20/12/2017)

Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT menegaskan tidak akan mentolerir aksi main hakim sendiri di Lar Ai Ampuk Kecamatan Plampang yang menyebabkan satu orang anggota Satpol PP terluka parah akibat tertebas parang dan sejumlah kendaraan operasional rusak berat, Selasa (19/12) kemarin. Namun demikian Kapolres tidak menyalahkan sepenuhnya massa yang melakukan penyerangan, karena harus dilihat sebab akibatnya.

Dari penyelidikan dan informasi yang dihimpun jajarannya di lapangan ungkap Kapolres yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/12), persoalan itu timbul karena tindakan represif Anggota Satpol PP yang datang ke lokasi bersama sekelompok orang dari pihak Lar. Diduga mereka merusak tanaman dan merobohkan serta membakar gubuk-gubuk para penggarap lahan di lokasi yang diklaim telah berstatus quo. Tindakan inilah yang memicu kemarahan para penggarap setempat sehingga terjadi aksi penyerangan terhadap tim Satpol PP yang turun ke lokasi. Kapolres juga menyesalkan tidak adanya koordinasi Satpol PP dengan aparat kepolisian dan TNI di wilayah Plampang. “Tidak adanya pemberitahuan sedikitpun kepada kami, padahal ini bukan masalah kecil, ini masalah besar. Bukan perorangan tapi melibatkan orang banyak karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tukas Kapolres.

Harusnya sebelum mengambil tindakan, Satpol PP menginventarisir permasalahan. Ketika masyarakat dinilai melanggar kesepakatan karena menggarap lahan yang masih dalam status quo, pemerintah melalui Satpol PP memberikan surat peringatan atau teguran serta memberikan penyuluhan atau sosialisasi. “Proses ini tidak dilakukan, langsung ucuk-ucuk kirim pasukan. Parahnya lagi Satpol PP datang bersama kelompok Lar Plampang yang masih bersengketa dengan para penggarap lahan. Pasti muncul asumsi dari para penggarap SP2 Prode bahwa ada keberpihakan petugas Satpol PP dengan kelompok Lar. Ini yang sangat saya sesali,” ujar Kapolres.

Baca Juga  Pencurian Motor di Areal Masjid Kian Marak

Sebelum bertindak saran Kapolres, dikoordinasikan dengan pihak kepolisian, lalu digelar rapat untuk menentukan cara bertindak. Ada tahapan-tahapan yang harus ditempuh, dan cara represesif adalah alternative terakhir. Namun akternatif ini sebisa mungkin dihindari jika masih ada ruang yang bisa dinegosiasikan. Cara-cara ini sebagai upaya negara menjamin harkat dan martabat warga negaranya.

Pasca kasus ini, Kapolres mendesak Pemda Sumbawa untuk merapatkan kembali persoalan lahan Lar Ai Ampuk yang menjadi pemicu. Pemda harus cepat menyelesaikan masalah tanah ini, sebab jika dibiarkan berlarut-larut maka akan memancing munculnya aksi-aksi baru. “Silakan selesaikan masalah tanahnya, biar kami yang selesaikan masalah pidananya,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb