Islam Kokohkan Semangat Cinta Tanah Air dan Bela Negara

oleh

JAWA TENGAH, SR (20/12/2017)

Gubernur NTB, Dr. TGH.M.Zainul Majdi menegaskan bahwa Islam tidak hanya dimaknakan sebagai semangat beragama tetapi di dalamnya termasuk semangat dalam membangun kebangsaan. Para ulama dan para santri dari seluruh Pondok pesantren memiliki peran yang paling besar sumbangannya dalam membangun semangat kebangsaan dan mewujudkan Indonesia merdeka. Pada Halaqah Kebangsaan bersama KH.Anang Mirza dan KH. Thoa Al Hafidz Purwokerto yang diinisiasi oleh Pondok Pesantren Al Hikmah I Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah, Selasa (19/12), Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur  yang dianugerahi Leadership Awards 2017 terbaik dalam kepemimpinan Birokrasi dan Sosial tersebut menerangkan  bahwa akar dari semangat cinta tanah air dan bela negara itu sesungguhnya telah ada di dalam Al Qur’an dan kokoh di dalam Islam.

Kebangsaan di dalam Al Quran telah dikenal dan diakui. Dalam bahasa Arab seringkali diartikan dengan “qoumiyah”. Dalam Al Quran, bangsa juga diartikan sebagai dua kelompok kaum, yakni kaum yang buruk dan kaum baik. Kelompok kaum yang negatif ini seluruh atribut dan sifat sifatnya harus dijauhi. “Dengan menjauhkan diri dari sifat-sifat negatif tersebut, maka harus menjadi bangsa yang dikehendaki dan dicintai Allah,” imbuhnya.

Baca Juga  Debat Terbuka II:  Zul-Rohmi Punya Perspektif Baru Membangun Daerah

Menurutnya, para nabi dan rasul diutus pada kaumnya masing-masing untuk menginjeksi nilai-nilai yang baik dan menanamkan kebaikan kepada umatnya. “Jadi kalau kita benar benar mau meneliti dan melihat dengan jelas bahwa umat Islamlah yang sesungguhnya paling banyak memberikan kontribusi bagi kemerdekaan bangsa ini,” ujarnya.

Lebih lanjut TGB memaparkan bahwa halaqoh kebangsaan ini penting untuk diperbanyak. Tujuannya  agar ada kesadaran bahwa tidak larut terhadap stigma yang diciptakan oleh siapapun yang bertujuan mengecilkan peran umat Islam. “Mengecilkan peran para ulama dan pesantren, dengan jalan menjauhkan umat Islam dari politik, dari negara dan dari ranah publik,” tegasnya.

Caranya menurut TGB, menumbuhkan kesadaran dengan cara saling mengingatkan dan memberikan informasi yang benar tentang peran umat Islam dalam membangun bangsa dan negara ini. TGB mengaku bersyukur dan berbesar hati menyaksikan para masyaikh di Brebes, masih menunjukkan optimisme dan harapan besar untuk membangun umat Islam di Indonesia dengan baik. Cara untuk mewujudkan optimisme itu, menurutnya dengan menjadi bangsa yang beriman dan selalu kembali kepada Allah, berusaha mencintai dan dicintai Allah. Terus membangun persatuan dengan jalan mencari titik temu dari segala macam perbedaan yang telah menjadi sunnatullah.

Baca Juga  Wagub Amin : Rakyat Sudah Patuh, Pemerintah Harus Terbuka

Di hadapan ratusan jamaah yang hadir, Gubernur TGB juga sempat mengungkapkan sekilas tentang kiprahnya memimpin NTB. “Berkat ikhtiar bersama, kekompakan dan keinginan kuat dari pemangku amanah dan seluruh masyarakatnya, NTB sekarang sudah jauh berbeda,” tuturnya.

Banyak prestasi yang berhasil dicapai dalam sembilan tahun terakhir, diakui TGB merupakan bagian dari kebersamaan. Prestasi NTB dalam beberapa hal tidak hanya bisa bersaing dalam ranah regional tapi juga nasional dan internasional. “Kita juga bisa bersaing dengan provinsi besar lainnya. Itu berkat karunia dan kekompakan ummat Islam bersama pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat serta umat-umat lainnya,” tambahnya. (JER/SR)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *