Timgab Diserang Massa, Satu Anggota Pol PP Tertebas Parang

oleh -13 views
Hidayat, anggota Pol PP korban penyerangan massa di Lar Ai Ampuk

SUMBAWA BESAR, SR (19/12/2017)

Tim Gabungan yang dipimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa diserang ratusan massa yang dilengkapi senjata tajam dan peralatan lainnya di lokasi ladang penggembalaan (Lar) Ai Ampuk, Kecamatan Plampang, Senin (19/12). Dalam penyerangan itu, Hidayat—anggota Satpol PP terluka parah akibat tertebas parang. Dua luka menganga di lengan kiri, luka tusuk di punggung, dan luka terbuka di kepala kiri. Tak hanya itu Dayat muntah-muntah dan lemas. Anggota tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Plampang untuk mendapat perawatan medis. Kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Propinsi Manambai Abdulkadir guna penanganan lebih intensif. Selain korban luka-luka, aksi massa dari salah satu desa di Kecamatan Plampang ini juga menghancurkan mobil operasional Satpol PP dan truk milik warga yang digunakan anggota ke lokasi. Sejumlah kendaraan itu ringsek dengan kaca hancur lebur.

Mobil dinas Camat Plampang EA 1181 AA yang dikemudikan langsung Camat Ir. Nawawi juga dirusak massa. Bahkan Handphone Camat dirampas oleh para pelaku. Saat penyerangan itu timgab sempat tercerai berai akibat dikepung sekitar seratusan massa. Menjelang mereka berhasil menyelamatkan diri setelah bersembunyi di gunung.

Kasat Pol PP Sumbawa, H. Mas’ud S.Sos yang ditemui SAMAWAREA di Plampang, mengatakan bahwa Timgab turun ke lokasi dalam rangka mengamankan perintah bupati untuk menstatus-quokan Lar Ai Ampuk yang telah lama disengketa dua desa.  Pihaknya turun ke lokasi untuk menjalin komunikasi dengan para pihak. Namun sangat disayangkan kehadiran tim ini disikapi secara anarkis oleh masyarakat sehingga anggotanya terluka parah dan sejumlah kendaraan rusak berat. Karenanya Ia menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada aparat kepolisian. Apapun bentuknya tindakan main hakim sendiri melanggar hokum.

Baca Juga  Mobil Dibobol, Pelaku Hanya Dapat Tumpukan Berkas

Sementara Camat Plampang, Ir Nawawi yang dihubungi terpisah mengakui adanya aksi massa dari salah satu desa di wilayahnya. Saat itu dia hendak pulang mengemudikan mobilnya. Tanpa diduga dua kaca mobilnya dihancurkan massa menggunakan pedang. Camat Nawawi mengaku hadir di lokasi untuk mendampingi Tim Gabungan yang dipimpin Satpol PP dalam rangka melaksanakan perintah Bupati Sumbawa untuk mengosongkan lokasi yang dalam status quo.

Untuk diketahui, anggota kelompok LAR Ai Ampuk yang ikut bersama Timgab terkepung di lokasi selama beberapa jam. Mereka baru berhasil dievakuasi setelah diturunkan pasukan Dalmas dari Polres Sumbawa. Namun dua truk yang membawa warga itu dilempar dan diserang massa sehingga kacanya hancur berkeping-keping. Jalan yang dilalui truk itu dihadang menggunakan batu besar dan batang pohon.

Kaharuddin—salah seorang pemilik truk warga Plampang mengaku sata itu pulang melalui SP Prode 2 sambil menunggu penumpang dari anggota LAR. Tanpa diduga datang sekelompok orang bersenjata tombak, dan parang. Merasa terancam, dia kabur meninggalkan truk. Saat berlari dia dihujani batu. Selain truknya, truk lain milik H. Zainudin juga mengalami hal serupa. Kacanya hancur, semua bannya bocor ditusuk pisau dan Accu dihancurkan.

Seperti diberitakan sengketa lahan Lar Ai Ampuk Kecamatan Plampang belum juga dituntaskan pemerintah. Beberapa kali digelar pertemuan bukan hanya di kecamatan tapi juga di kabupaten. Namun hingga saat ini persoalan itu belum selesai. (BUR/SR)

dukacita dukacita bankntb