Ratusan Perawat Gelar Aksi Demo, Tuntut Kesejahteraan

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (18/12/2017)

Ratusan perawat baikm honorer maupun sukarela yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Gerakan Perawat Nasional Honorer Indonesia (GPNHI) menggelar aksi demo di Kantor DPRD Sumbawa, Senin (18/12). Mereka datang dari seluruh penjuru Sumbawa untuk memperjuangkan nasibnya yang dianaktirikan pemerintah. Ada lima tuntutan yang disuarakan para perawat tersebut. Melalui perwakilannya, mereka meminta kesejahteraan layak bagi perawat honorer dan pemberian insentif harus disesuaikan dengan besarnya tanggung jawab. Demikian status tenaga sukarela agar lebih diperhatikan yakni mengangkat mereka menjadi CPNS. Mereka juga meminta surat keputusan atau surat perjanjian terkait nasibnya. Ini penting karena upah yang mereka terima sangat tidak layak. Tuntutan lainnya adalah keadilan, yaitu adanya perlakuan yang sama antara perawat honorer di puskesmas dengan yang bekerja di RSUD. “Insentif kami selaku tenaga perawat honorer di puskesmas terlalu minim jauh dari UMK, sementara kami bertanggung jawab terhadap keselamatan pasien selama 24 jam,” teriak orator.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Ida Rahayu S.AP berjanji akan memperjuangkannya. Ia menilai insentif yang diterima para perawat tersebut sangat minim, sekitar Rp 150 ribu per bulan. Harusnya para perawat ini menerima insentif lebih manusiawi, minimal setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang mencapai Rp 1,4 juta. Disebutkan Ida—akrab politisi PAN ini disapa, jumlah tenaga honorer di Kabupaten Sumbawa sekitar 1.030 orang. Jumlah ini diakui sangat membebani anggaran daerah. Karena itu untuk mencari solusi dari tuntutan ini, Komisinya akan membahasnya dengan para pihak terkait. “Segera masalah ini kami bahas,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Saat—Jaya Siap Lanjutkan Prestasi Pemerintahan Saat Ini