Dermaga Sandar Pantai Pink Baik untuk Wisatawan dan Pariwisata

oleh -3 views

MATARAM, SR (16/12/2017)

Pembangunan Dermaga Pantai Pink menuai pro kontra. Bagi yang kontra lebih menyoroti soal terganggunya estetika kawasan Pantai Pink yang eksotik itu. Sementara yang setuju lebih melihat pada multiplayer effect memudahkan wisatawan menikmati kawasan wisata Pantai Pink dari jalur laut. Selain manfaat ekonomi ikutan lainnya dengan keberadaan dermaga tersebut.

Kepala Desa Tanjung Luar, Mukti Ali, Sabtu (16/12) menyayangkan penolakan pembangunan Dermaga Sandar di Pantai Pink. “Yang menolak itu bisa jadi tidak cukup referensi  dan paham terhadap laut, dan tidak tahu tentang Pantai Pink,” sesalnya.

Menurut Mukti, sebagai warga Tanjung Luar, dirinya sangat mengetahui persis medan dan geografi Pantai Pink yang memang membutuhkan dermaga sandar. Apalagi aktivitas kunjungan wisatawan di Pantai Pink melonjak. Karenanya sebagai komponen warga Tanjung Luar mengapresiasi Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata NTB yang memiliki atensi terhadap Lombok Timur termasuk pengembangan sarana pariwisata di Pantai Pink. “Saya berkepentingan karena mayoritas boatman penghantar tamu berasal dari Desa Tanjung Luar, malahan kami sudah mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk mendukung wisata Pantai Pink,” lanjutnya sembari mengajak semua pihak berpikiran positif terhadap program ini.

Manfaat Dermaga Sandar

Sementara itu Ketua Kelompok Pemuda Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Luar, Lalu Muh. Dalil didampingi Ketua Boatman Tanjung Luar-Pink, Muhammad mengatakan, sebagai pelaku wisata di Pantai Pink berharap agar dermaga tersebut cepat selesai, karena sangat bermanfaat bagi boatman dan masyarakat nelayan pada umumnya. Ia menginformasikan jika pada musim air surut, mereka sangat kesulitan membawa tamu atau wisatawan sampai ke tepi pantai karena terhalang batu dan karang laut.   “Terpaksa kami turun dan mendorong sampan ke darat bersama wisatawan,” timpal Muhammad seraya mengaku tak jarang tamu yang ikut mendorong atau turun terpeleset di atas batu dan jatuh menimpa karang.

Baca Juga  Tanggul Jebol Belum Diperbaiki, Kini Jalan Pamunga Terancam Putus

Lebih jauh dia mengakui bahwa pembangunan dermaga sandar ini atas usulan dari masyarakat agar dibangun di Tanjung Luar tapi tidak terlaksana. “Info yang kami dapatkan saat itu bahwa di areal ini punya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB,” katanya .

Dalil—sapaan Ketua Pokdarwis, merasa heran munculnya penolakan dari berbagai pihak yang menjadi perbincangan hangat di media massa. Padahal pembangunan dermaga sandar merupakan program yang baik. Selain itu manfaatnya sangat besar untuk kemajuan pariwisata di wilayah selatan Lotim. “Dermaga sandar di Pantai Pink adalah kebutuhan yang sangat mendesak untuk mendukung wisata di sini.  Program bagus kok ditolak,” ucapnya dengan mimik sedih.

Di bagian lain Kelompok Tani Hutan (Pengelola areal publik Pantai Pink), Turmuzi mengakui jika pembangunan dermaga Jetty oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB sangat relevan dengan kebutuhan Kelompok Tani Hutan Pink Lestari selaku pengelola area publik Pantai Pink yang dipercayai oleh pemerintah melalui kemitraan dengan KPH Rinjani Timur. Menurutnya, Dermaga Jetty itu merupakan akses penting yang dibutuhkan wisatawan yang menggunakan jalur laut. Turmuzi juga menyebutkan keberadaan dermaga selaras dengan konsep peruntukan area publik Pantai Pink sebagai objek wisata lingkungan yang membutuhkan cara penanganan menekan dampak kerusakan ekosistem laut akibat pembuangan jangkar sembarangan oleh nelayan. “Pada musim tertentu air laut surut menyebabkan para bootman tidak bisa bersandar ke pantai yang memaksa mereka membawa penumpangnya ke pinggir menggunakan alat lain dan mereka jalan menginjak terumbu karang sepanjang tempat surut terendah tersebut,” jelas Turmuzi.

Baca Juga  DPRD NTB Setujui Raperda Perubahan RPJMD NTB 2019-2023

Turmuzi menggarisbawahi pertimbangan lain pembangunan dermaga sandar terkait akses jalan melalui jalur darat yang kondisinya rusak parah, terlebih pada musim penghujan. “Selain licin juga terdapat genangan air di tengah badan jalan membuat pengunjung  yang datang untuk berekreasi merasa tidak nyaman,” tandasnya seraya menambahkan satu-satunya alternative menggunakan jalur laut dengan menyiapkan sarana tempat penyandaran. (SR)

 

dukacita dukacita bankntb