AMSA Desak Amerika Dikeluarkan dari DK PBB

oleh -5 views
Presiden AMSA ASEAN Sapwan Noor

Kecam Kebijakan Donald Trump

JAKARTA, SR (16/12/2017)

Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donal Trump tentang pengakuannya terhadap Yerussalem sebagai IbuKota Israel menuai kecaman dari mayoritas negara-negara di dunia. Kebijakan Amerika Serikat sebagai negara adidaya terkait konflik Israel dan Palestina tentu akan mempengaruhi stabilitas keamanan international khususnya resolusi DK PBB terkait konflik berkelanjutan di Palestina. “Pernyataan Trump terkait Yerussalem sebagai Ibukota Israel, membuka mata kita semua, bahwa AS berpihak kepada Israel. Hari ini kita juga melihat. bahwa negara yang selalu mengkampanyekan HAM sudah tidak sesuai dengan semangat perdamaian dan kemanusiaan,” ujar Presiden AMSA ASEAN Sapwan Noor.

Amerika Serikat yang juga sebagai pimpinan Dewan Keamanan PBB dinilai telah gagal memberikan resolusi terkait konflik antara Israel dan Palestina, dengan manuver yang dilakukan oleh Presiden AS. “Posisinya jelas, Amerika Serikat selaku pimpinan Dewan Keamanan PBB mendukung penuh penjajahan Israel terhadap Palestina, dengan pengakuan sepihaknya terhadap ibukota Israel yaitu Yerussalem. Wajar resolusi tehadap konflik ini tidak pernah tuntas. AS selaku pimpinan Dewan Keamanan PBB telah gagal untuk menuntaskan konflik di palestina, dan sudah selayaknya AS dikeluarkan dari Dewan Keamanan PBB,” ujarnya.

Gagalnya resolusi PBB atas kemerdekaan Palestina, sebagai interpretasi kegagalan negara-negara di seluruh dunia untuk menekan Israel menghentikan pendudukan dan penjajahan terhadap Palestina dan mengintervensi AS untuk tidak ikut andil dalam menyokong segala kebijakan Israel terhadap Palestina. “Kegagalan resolusi ini ialah interpretasi kelemahan kekuatan dunia untuk menghentikan tindakan dari Israel di Palestina, dan keberpihakan AS terhadap Israel. Dengan pernyataan yang telah dilontarkan oleh Presiden AS, saya menghimbau kepada seluruh member AMSA di ASEAN, AMSA Indonesia, Malaysia, Thailand, Kambodja, Brunai, Filiphina, untuk meminta kepada pimpinan negara masing-masing agar mengusir dan memutuskan diplomatik bagi negara-negara yang memiliki hubungan bilateral terhadap Israel dan Amerika Serikat,” ucap Sapwan Noor.

Baca Juga  Peduli Lombok-Sumbawa, Jateng Salurkan Bantuan

Terkait pertemuan darurat negara-negara mayoritas muslim yang tergabung di dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Turki, termasuk Indonesia yang diwakili Presiden RI Joko Widodo, merupakan langkah kongkrit untuk mengcounter manuver yang dilakulan AS. “Semoga hasil pertemuan OKI di Turki, menjadi awal komitment negara-negara Islam dan mayoritas Islam, untuk mendukung penuh dan mewujudkan kemerdekaan Palestina. Terlebih bukan hanya sekedar permasalahan ideologis, namun asas kemanusiaan. Sudah sepatutnya rakyat Palestina mendapatkan hak-haknya untuk dapat hidup dengan damai. Saya juga mengapresiasi langkah dari Presiden RI Joko Widodo terkait komitment Indonesia dan langkah strategis Indonesia terhadap permasalahan di Palestina, termasuk memobilisasi negara-negara OKI untuk memutus diplomatik terhadap AS dan Israel, dan itu langkah yang berani,” tutupnya. (SR)

 

dukacita dukacita bankntb