Ungkap Kematian Wayan Rica, Polisi Cek CCTV SPBU

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/12/2017)

Jajaran Polres Sumbawa bekerja keras untuk mengungkap kasus dugaan tabrak lari di Jembatan Kanar yang menewaskan Wayan Rica (63) warga Dusun Kayu Madu, Kecamatan Badas, Rabu (13/12) lalu. Dalam mengungkap kasus ini selain ditangani Unit Laka Satlantas Polres Sumbawa, juga diselidiki Tim Satreskrim Polres Sumbawa. Hal ini dilakukan untuk menepis simpang siurnya informasi terkait kasus tersebut. Polisi juga berupaya mengungkap identitas mobil Pick-up hitam yang diduga kuat menjadi penyebab tewasnya korban dengan kondisi kepala remuk.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson SH SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Jumat (15/12) mengatakan sejumlah telah dimintai keterangan. Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP. Menurut keterangan saksi, korban sempat terlihat menumpang mobil tersebut dan duduk di bak belakang sambil tertawa. Ada juga saksi yang mendengar suara seseorang yang dilindas mobil. Saksi lainnya mengaku mengetahui korban pulang dari kebunnya di Desa Luk Kecamatan Rhee menumpang mobil pick-up warna hitam. Saat itu mobil melaju dan sedikit melewati rumah korban yang berada di wilayah Dusun Kayu Madu Kecamatan Badas. Korban sedikit panik lalu hendak lompat. Sayangnya kain celana atau kakinya tersangkut di bak mobil, sehingga korban jatuh tepat di kolong dan dilindas roda mobil. Meski demikian keterangan saksi ini masih belum pasti, namun menjadi petunjuk untuk mengungkap yang sebenarnya.

Baca Juga  Dipulangkan, Tiga TKW Sumbawa Alami Gangguan Jiwa

Upaya lainnya, ungkap Ericson—sapaan Kasat Reskrim, akan mengecek rekaman CCTV di SPBU jalur jalan yang dilewati mobil yang dicurigai tersebut. Sebab CCTV SPBU ada yang mengarah ke jalan raya. “Semoga ini bisa terungkap,” ujarnya.

Karenanya Ia menghimbau pemilik atau sopir mobil yang dicurigai atau yang sempat ditumpangi korban sebagaimana keterangan saksi dapat menyerahkan diri.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dengan menulis status melalui media social yang cenderung bersifat provokatif terkait dengan kematian korban. Jika postingannya berbau fitnah dan provokasi, maka dapat dijerat hukum. “Kami meminta masyarakat tidak terpancing dengan isu yang belum tentu kebenarannya. Kasus yang menimpa Wayan Rica murni kecelakaan lalulintas bukan pembunuhan,” demikian Ericson. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb