Petani KSB Khawatir Pupuk Tidak Tersedia Tepat Waktu

oleh -4 views

SUMBAWA BARAT, SR (15/12/2017)

Memasuki musim tanam padi pertama ini petani mulai resah terkait ketersediaan pupuk. Pasalnya pada tahun sebelumnya petani selalu kesulitan mendapatkan pupuk tepat waktu atau saat dibutuhkan.

Ilham, petani asal Karang Samper ini mengatakan baru saja selesai menanam padi pertama. Namun dia resah akan ketersediaan pupuk. Sebab sudah menjadi tradisi ketersediaan pupuk selalu bermasalah setiap tahunnya. “Kita harus berusaha keras mencari pupuk walaupun dengan harga yang mahal, karena untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman padi harus diberi pupuk tepat waktu atau tiga minggu setelah di tanam. Kalau lewat waktu tersebut maka pertumbuhan padi tidak akan maksimal sehingga kita akan bayar berapapun demi mendapatkan pupuk ini,” akunya.

Ia mengaku tidak terlalu paham dengan kondisi tersebut. Hanya muncul pertanyaan mengapa saat dibutuhkan petani sulit mendapatkan pupuk. Sebaliknya saat tidak dibutuhkan, pupuk tersedia. “Apakah kita kekurangan pupuk di KSB ini ?” tanyanya.

Menanggapi keluhan petani, Plt Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan KSB, Marlin Rahardian mengatakan saat ini pihaknya mendapat tambahan pupuk dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Melalui surat bernomor 521.33/1528/Dispertabun, akan menambah jumlah pupuk bersubsidi di KSB sebanyak 900 ton. Jika dikalkulasikan dengan kuota yang ditetapkan sebelumnya, maka pupuk bersubsidi yang dapat ditebus oleh petani sebanyak 4.364 ton. Sebelum adanya penambahan tersebut, jumlah pupuk yang menjadi hak petani 3.468 ton. Sementara jumlah pupuk yang disiapkan pemerintah KSB untuk petani pemegang Kartu Bariri Tani mencapai 1.398 ton. Dengan rincian, 375 ton untuk Urea dan 1.023 ton NPK. “Jadi jumlah pupuk keseluruhan sebanyak 5.762 ton,” imbuhnya.

Baca Juga  Masa Rehab Rekon Segera Berakhir, Bupati KSB Deadline Pokmas Plus

Terkait ketersediaan pupuk di KSB, Marlin memastikannya aman. Pihaknya memiliki Penyuluh KCD yang akan memantau setiap kebutuhan petani apabila sudah waktunya pemupukan maka akan disediakan pupuk. KCD akan memastikan pupuk tetap tersedia di tingkatan pelele dan tidak boleh kosong agar kapanpun petani membutuhkannya selalu siap. Di Kabupaten juga demikian akan memastikan pupuk tersedia untuk kebutuhan  selama dua bulan kedepan. “Karena itu petani tidak perlu risau karena pupuk tetap tersedia,” katanya.

Formulasi ini dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi adanya calo nakal. Sebab jika pupuk diberikan sebelum waktu pemupukan dikhawatirkan akan ada penimbunan oleh oknum-oknum tertentu yang akan merugikan petani yang tidak memiliki modal. “Sehingga tugas kami, setiap petani membutuhkan pupuk langsung diberikan sesuai kebutuhan. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada keluhan dari masyarakat terkait dengan ketersediaan pupuk,” ucapnya.

Disinggung soal pupuk palsu, Marlin menegaskan tidak ada beredar di wilayah KSB. Pihaknya tetap turun ke lapangan mengecek langsung setiap pupuk yang masuk ke wilayah KSB. Semuanya aman terkendali. (HEN/SR)

dukacita dukacita bankntb