Proses Penyelidikan Alot, Pengusaha Kayu Rugi Ratusan Juta

oleh -5 views
Muhammad Rosihan

SUMBAWA BESAR, SR (11/12/2017)

Berakhir sudah penantian panjang Muhammad Rosihan untuk mendapatkan kembali 12 kubik kayu sonokeling miliknya. Setelah lima bulan menanti, belasan kubik kayu yang diamankan di Makodim 1607 Sumbawa itu dikembalikan KPH Batu Lanteh disaksikan Pjs. Pasi Intel Kodim 1607 Sumbawa dan pejabat Kantor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumbawa, Senin (11/12) siang tadi. Lamanya kayu itu mengendap membuat pengusaha kayu asal Kecamatan Ropang Kabupaten Sumbawa ini rugi besar.

Hal ini diakui Rosihan saat dicegat SAMAWAREA usai serah terima kayu tersebut. Alotnya proses yang dilakukan pihak kehutanan terhadap kayunya, ungkap Rosihan, bukan hanya membuat bisnisnya tersendat, tapi dia harus mengganti kerugian truk puso yang ikut diamankan bersama kayunya. “Setiap bulan saya dibebankan bayar sewa puso 25 juta, kalau lima bulan mencapai 125 juta. Ini belum lagi bisnis saya yang macet karena tidak ada pengiriman akibat lamanya proses di kehutanan,” akunya.

Meski demikian dia mengaku bersyukur karena proses kayu ini berujung dan menyatakan kayunya legal karena berada di luar kawasan hutan. Namun dia berharap ke depan pihak kehutanan dapat menyelesaikan penyelidikan dalam waktu singkat sehingga pengusaha tidak dirugikan. Sebab sudah jelas diatur undang-undang, harus ada kepastian hukum dalam waktu 3×24 jam. “Ini hanya masukan, agar kami para pengusaha tidak dirugikan dan kasus yang ditangani tidak berlarut-larut,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Atasi Penculikan, Guru dan Orang Tua Harus Bersinergi