KSB Kekurangan Khotib, IKADI Gelar Pelatihan Khotib

oleh -13 views

SUMBAWA BARAT, SR (10/12/2017)

Kabupaten Sumbawa Barat mengalami kekurangan khotib. Ini terlihat dari sulitnya para khotibin mengatur jadwal setiap jum’atnya. Melihat fenomena itu Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melaksanakan Pelatihan Khotib se KSB. Hadir pada kegiatan yang dilaksanakan, Ahad (10/12) kemarin ini tiga narasumber berpengalaman yakni KH. Zainudin Sukirman LC (Mataram), KH. Syamsul Ismail LC (Pimpinan PP Himatul Ummah sekaligus Ketua MUI KSB, dan Ust Mujahid Imanuddin (Pimpinan PP Akumulasi).

Ketua IKADI KSB Ustadz Mawardi SK.m saat membuka kegiatan mengatakan, pelatihan ini dilakukan berdasarkan hasil diskusi panjang dengan para ulama KSB untuk meningkatkan kapasitas Khotib dan menambah jumlah khotibin di KSB. Hal ini mengingat medan dakwah di KSB beragam, ada yang kultur dan struktur, ada yang bergerak di lapisan masyarakat, secara formal dan informal. “Sebagian besar dakwah di KSB dilakukan dengan pendekatan formal dan struktur, sehingga kita sisipkan materi dakwah di Khutbah Jumat sebagai langkah efektif untuk menyampaikan pesan apa yang ingin kita serukan ke masyarakat,” katanya.

Di Pulau Lombok ungkap Ust. Mawardi, jika Tuan Gurunya sudah hadir maka kerumunan jamaah akan berdatangan untuk mengikuti pengajian atau dakwah. Sedangkan di KSB cenderung formal, harus menggunakan undangan. Kegiatan itu akan ramai apabila pengundangnya pejabat.

Kondisi khotib di KSB juga masih sangat kurang sehingga banyak para khotibin sulit untuk menyesuaikan waktu. Ia mengaku mendapat informasi bahwa di suatu tempat jadwal Sholat Jum’at terpaksa diundur karena tidak ada khotib. Ada juga khotib dadakan di beberapa masjid. Karena tidak ada khotib maka orang yang paling tinggi pendidikannya diminta menjadi khotib. Dengan terpaksa orang yang baru akan diwisuda itu naik podium. Sembari menunggu adzan selesai dikumandangkan, khotib dadakan ini mencari buku khutbah di tumpukan Al Qur’an yang sudah lesu. Akhirnya dia temukan buku khutbah yang sudah lusuh yang kemudian dibaca sebagai materi khutbah. Namun saat di tengah khutbahnya, dia terhenti cukup lama dan terlihat kebingungan. Sebab sambungan lembaran khutbah itu hilang. Akhirnya dia menutup khutbahnya dengan materi penyampaian yang belum selesai. Ada juga yang mendapat buku khutbah tapi tidak mampu menyampaikan karena gugup dan demam panggung. “Inilah salah satu tujuan pelatihan khotib ini. Apalagi saya lihat pesertanya muda-muda dan masih memiliki semangat yang tinggi,” ujarnya.

Baca Juga  Pembayaran Ganti Rugi Lahan Beringin Sila, Tuntas !

Di bagian lain kegiatan itu, IKADI KSB menggelar diskusi untuk menyerap masukan agar dakwah di KSB ini terus berkembang. (HEN/SR)

dukacita dukacita bankntb