Cegah Korupsi, Kajari dan Jajaran Gelar Aksi Turun ke Jalan

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (08/12/2017)

Kajari Sumbawa Paryono SH MH beserta jajarannya turun ke jalan. Semua pengguna jalan yang melintas di depan kantor Kejari Sumbawa dihentikan dan dibagikan stiker. Tindakan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi sedunia yang digelar dan diawali dengan upacara di halaman kantor Kejari setempat, Jumat (8/12).

Kajari Paryono yang ditemui mengaku bahwa pembagian stiker ini untuk mengajak masyarakat memerangi korupsi. Ini juga sebagai upaya pencegahan. “Kami tidak mengabaikan penindakan tapi sedapat mungkin dilakukan pencegahan. Antara lain, dibentuknya TP4D untuk mengawal dan pengamanan pembangunan yang ada di daerah ini. Tujuannya mencegah jangan sampai terjadi korupsi di kemudian hari,” kata Kajari.

Upaya pencegahan ini dilakukan agar pembangunan yang dilaksanakan berjalan dan dan anggaran di daerah bisa terserap secara maksimal. Menurut Kajari, yang pertama harus diketahui dalam tindak pidana korupsi adalah akar permasalahannya mengapa bisa terjadi korupsi. ‘’Masyarakat melihat bahwa ada di paket-paket pembangunan yang terindikasi korupsi. Nah ini akar dan penyakitnya yang harus kita sembuhkan dulu,” ujarnya.

Dipaparkannya, hampir semua daerah di Indonesia memiliki potensi terjadinya tindak pidana korupsi. Karena memang di Indonesia sedang dilakukan pembangunan besar-besaran. Di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat juga demikian. Ada potensi-potensi yang diindikasikan menimbulkan tindak pidana korupsi. Antara lain pada paket pekerjaan besar dan pekerjaan yang tidak terlihat masyarakat. Karenanya, TP4D berperan untuk mencegah terjadinya korupsi. Dalam hal ini, TP4D memberikan pendampingan dan pengawalan terhadap pembangunan agar penyedia jasa maupun pengguna jasa tidak melakukan penyimpangan.

Baca Juga  Tak Pakai Helm Terjaring Razia, Pengendara ini Ternyata Pelaku Curanmor

Disinggung mengenai kasus korupsi yang ditangani tahun ini, Kajari menyebutkan ada 14 perkara yang sudah diajukan ke penuntutan. Terdiri dari lima kasus yang ditangani langsung Kejari Sumbawa, enam kasus dari Polres Sumbawa dan tiga dari Polres KSB. Saat ini pihaknya tengah menangani penyelidikan empat kasus korupsi serta dua kasus dalam tahap penyidikan. Pihaknya juga sudah mengeksekusi enam orang terpidana.

Melalui memontum Hari Anti Korupsi Sedunia 2017 ini, Kajari berharap Kabupaten Sumbawa dan KSB bersih dari tindak pidana korupsi. Untuk memberantas korupsi ini tidak bisa dilakukan sekaligus, namun secara perlahan dan butuh dukungan dari semua pihak. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb