Dedi Mohe Bolang Ntb: “Saya hanya Korban, Bukan Pelaku”

oleh -44 views
Ini dia mobil fortuner yang diamankan polisi

Terkait Pemberitaan “Berkat Facebook, Mobil Rampasan di Ogan Ilir Ditemukan di Mataram”

SUMBAWA BESAR, SR (01/12/2017)

Berita berjudul “Berkat Facebook, Mobil Rampasan di Ogan Ilir Ditemukan di Mataram” yang dilansir media ini edisi 30 November 2017 membuat Dedi Suherman yang akun Facebooknya bernama Dedi Mohe Bolang Ntb, merasa terusik. Sebab dalam pemberitaan itu, terkesan seolah-olah dia adalah pelaku dan orang yang tertangkap serta ditahan pihak Polres Lampung Tengah.

Dalam klarifikasinya kepada SAMAWAREA, Jumat (1/12), Dedi Suherman menegaskan bahwa tidak benar sumber yang menyatakan bahwa ia terlibat dalam kasus sebagaimana isi berita tersebut. “Saya hanya korban dari penipuan si Adit alias Ahmad Haryadi Halim yang beralamat di Lampung Tengah yang menjual mobil Fortuner Tahun 2010 yang dijanjikan kelengkapan surat-suratnya yang sah,” kata Dedi—sapaan pria kelahiran Jakarta yang KTP nya beralamat di Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), NTB.

Setelah dia telusuri dan mengecek kebenaran surat-surat kendaraan (Fortuner) tersebut di Polres Lampung tengah ternyata STNK-nya palsu. Selain itu pelaku (Adit alias Ahmad Haryadi Halim) tidak dapat membuktikan adanya keabsahan BPKB mobil tersebut. “Setelah dicek oleh penyidik Polres Lampung Tengah ternyata mobil Fortuner itu berplat BG bukan BE 2417 IT,” ungkap Dedi.

Hasil penyelidikan selanjutnya menyusul laporannya ke Polres Ogan Ilir yang kemudian dikembangkan ke Polres Lampung Tengah, terungkap jika Mobil Fortuner tersebut hasil dari kejahatan perampokan dan penganiayaan dan disinyalir dilarikan ke Lampung Tengah. Namun muncul pemberitaan bahwa pembeli mobil tersebut dari pelaku (Adit alias Ahmad Haryadi Halim) telah diamankan dan ditahan di Polres Ogan Ilir. Dedi menilai informasi itu keliru dan tidak akurat. Karena hingga saat ini, dirinya selaku pembeli Fortuner tidak diamankan apalagi ditahan di Polres Lampung. “Saya sekarang masih berada di Jakarta dan insya Allah saya akan dimintai keterangan pada tanggal 5 Desember untuk menjadi saksi di Polres Ogan Ilir atas pelaku Adit alias Ahmad Haryadi Halim,” jelas Dedi.

Baca Juga  Relawan Zul Rohmi Sambut Gembira Kehadiran Gubernur di Bima
Dedi Mohe Bolang Ntb dan istri

Ia juga ingin meluruskan informasi yang terpublis bahwa mobil Fortuner itu ditemukan di Mataram sebagaimana judul pemberitaan. Menurutnya itu bukan hasil temuan, sebab sebelumnya dia sudah berkoordinasi dengan Polres Lampung Tengah dan bersikap kooperatif guna menyerahkan barang bukti tersebut. Yang kemudian mobil itu dijemput Tim Polres Lampung Tengah di Mataram.

Kemudian mengenai adanya postingannya di FB menjual mobil itu, menurut Dedi, postingan itu dilakukan sebelum mengetahui surat-surat Fortuner tersebut palsu. “Saya terima mobil di Mataram tanggal 1 Oktober 2017, lalu saya posting di FB 8 Oktober. Dan saya baru tahu mobil itu tidak ada suratnya atau suratnya palsu saat di Polres Lampung tanggal 8 November 2017,” terang Dedi.

Yang perlu ditegaskan lagi, ungkap Dedi, terungkapnya kasus dugaan perampasan mobil ini, atas andilnya. Berawal dari kecurigaannya karena sudah dua bulan pelaku menghilang tanpa ada khabar. Terhadap hal itu, Dedi mengaku berinisiatif bertolak ke Lampung dan menemukan pelaku (Adit Alias Ahmad). “Saat bertemu itu awalnya saya meminta uang pembelian Fortuner untuk dikembalikan tapi ternyata tidak ada hasil. Lalu saya membawa pelaku ke Polres Lampung Tengah,” ujarnya.

Setelah di ruangan penyidik Reskrim Polres setempat, pelaku dimintai keterangan. Di sela-sela pemeriksaan pelaku, dirinya memperlihatkan bukti perjanjian jual beli dan transferan yang sudah masuk. Dia juga membawa kunci Fortuner dan STNK yang setelah diperiksa ternyata palsu. Dalam kesempatan itu pelaku (Adit) mengaku bahwa BPKB Fortuner itu masih dalam proses di Polda Lampung. Tapi setelah dicek dan menghubungi Polda Lampung ternyata pengakuan pelaku bohong belaka. “Jadi yang ditahan di Polres Lampung Tengah adalah Adit alias Ahmad Hariyadi Halim si pelaku penadah barang curian itu. Saya hanya korban penipuan dari jual beli mobil itu. Justeru saya merasa rugi dan ingin meminta ganti rugi. Saya sudah menemui keluarganya di Lampung. Tapi keluarganya sudah angkat tangan dan mengatakan jika si Adit itu memang sudah sindikat,” tandas Dedi, seraya berharap dari klarifikasi ini dapat memperjelas permasalahan sehingga pemahaman publik tidak mendiskreditkannya menyusul adanya pemberitaan sebelumnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb