Jaksa Kantongi Bukti Petunjuk Ungkap Mafia BBM

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (28/11/2017)

Kejaksaan Negeri Sumbawa membenarkan adanya indikasi penyalahgunaan penyaluran BBM Bersubsidi. Hal ini terungkap saat jajaran Adhiyaksa tersebut melakukan sidak di sejumlah SPBU wilayah hukumnya. “Benar ada, kami menemukannya langsung,” kata Kasi Intel Kejari Sumbawa, Erwin Indra Praja SH MH saat hearing di DPRD Sumbawa yang difasilitasi Komisi II setempat, Selasa (28/11) kemarin.

Namun dalam sidak itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan, penyitaan barang bukti maupun melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sebab hal itu menjadi ranah polisi. Meski demikian temuan itu sebagai bukti petunjuk bagi jajaranya untuk didalami guna mengungkap ada dan tidaknya tindak pidana korupsi.

Terkait hal ini, ungkap Erwin, pihaknya sedang melakukan proses pengumpulan data dan pengumpulan bukti keterangan (puldata dan pulbuket). Proses ini sudah berjalan selama dua minggu. Ke depan sejumlah pihak terkait baik pengusaha pemegang rekom, pemilik SPBU, Bagian Pemerintahan, Camat, Pertamina dan lainnya akan dimintai klarifikasi. Karenanya ia meminta pihak-pihak tersebut proaktif. “Kami tidak ingin mendzolimi orang, bukti-bukti dan aturan yang menjadi dasar kami. Kami tidak ingin dalam kasus ini ada kepentingan perut. Kami berjalan professional dan proporsional. Kalau terbukti ya kita proses, jika tidak terbukti, ya kita hentikan,” ujarnya seraya memberikan apresiasi kepada APLS, LSM, dan masyarakat atas dukungan kepada pihak kejaksaan dalam mencari kebenaran materil terhadap persoalan BBM Bersubsidi ini.

Baca Juga  Kepala Kesbangpoldagri KSB Disidang Pekan Depan

Ditambahkan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka DP SH bahwa Puldata BBM ini sudah lama dilakukan dan pihaknya mendapat bukti baru dari APLS dan beberapa petunjuk lainnya dalam hearing ini. “Ini menjadi alat bukti petunjuk bagi kami bahwa laporan yang disampaikan APLS itu benar adanya,” ungkap Raka.

Selanjutnya akan dilihat apakah perbuatan tersebut ada unsur kerugian negaranya atau tidak. Meski demikian, Raka ingin mengingatkan public bahwa dugaan penyalahgunaan BBM ini sama seperti kasus yang pernah ditangani kejaksaan pada Tahun 2005. Dalam kasus ini Kepala Pertamina Depot Badas M Natsir AW ditetapkan sebagai tersangka dan hingga kini masih buron. Indikasinya adalah penyalahgunaan rekomendasi. “Jadi jangan bingung nanti kalau kejaksaan menemukan ada korupsinya di sini, sudah pernah ada kasus serupa,” imbuhnya.

Untuk penanganan lebih lanjut, ungkap Raka, pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan sejumlah pihak guna memberikan klarifikasi. Karena itu diharapkan kerjasama sejumlah pihak dalam menyajikan persoalan ini secara terang benderang. “Kami serius dan professional menangani masalah ini,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Wakapolres Sumbawa, Kompol Ahmad Mansyur S.Ag mengatakan, hasil hearing ini menjadi bahan masukan bagi jajarannya untuk ditindaklanjuti tentunya dengan melaksanakan penyelidikan dan penyidikan. Namun sebelumnya pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait sehingga diperoleh informasi yang lengkap yang dapat dijadikan acuan dalam mengambil tindakan di lapangan. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb