Sekamar, Satu Wanita Lima Pria Dicokok Pol PP

oleh -15 views
Wakasat Pol PP Sumbawa selaku pimpinan Operasi, Sahabuddin S.Sos M.Si

SUMBAWA BESAR, SR (28/11/2017)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa terpaksa mengangkut seorang gadis dan lima orang pemuda dalam operasi yang digelar, Senin (27/11) kemarin. Keenam orang itu ditemukan dalam kamar kost yang pintunya dalam keadaan tertutup di wilayah Kelurahan Brang Biji. Setelah dimintai keterangan, membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan diberikan pembinaan, mereka dibebaskan. Namun sebelumnya kelima pemuda ini diberikan tindakan fisik, lari keliling lapangan kantor Bupati Sumbawa. Selain itu tim juga menyisir beberapa tempat penjualan minumas keras. Puluhan plastik miras jenis brem berhasil disita. Tiga orang penjual digelandang untuk menjalani pemeriksaan guna diproses hukum lebih lanjut.

Wakasat Pol PP Sumbawa selaku pimpinan Operasi, Sahabuddin S.Sos M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, operasi yang digelar kemarin ini adalah yang ketiga dalam triwulan keempat dalam rangka memberantas penyakit masyarakat berupa miras, prostitusi, dan kenakalan remaja. Operasi ini diawali dengan menyisir wilayah Kelurahan pekat menyusul adanya laporan masyarakat tentang maraknya penjualan miras di Kampung Surya Bhakti. 11 plastik brem dan 28 plastik masing-masing berukuran 650 mililiter diamankan dari tangan RJ dan AM. Untuk penjual lainnya langsung menyembunyikan barang bukti karena saat digeledah tidak ditemukan. Tim langsung meluncur ke Kelurahan Lempeh. Satu orang penjual miras berinisial NR diamankan. Dari tangan wanita ini ditemukan 5 plastik brem sisa hasil penjualan. Kuat dugaan semua miras ini berasal dari tempat penyulingan wilayah Bangkong yang seminggu lalu digrebeg ditemukan 119 botol brem.

Baca Juga  “Krisis Rohingya Semakin Memanas, DPR: Tidak Bisa Dibiarkan!"

Selain menyasar miras, pihaknya menyambangi sejumlah kost. Enam orang diamankan termasuk satu orang gadis berinisial EV yang berada bersama lima orang pemuda diangkut. Saat digrebeg, mereka berada di dalam kamar tertutup beralasan hendak sarapan pagi, padahal hari sudah siang, dan makanan untuk sarapan tidak tersedia. Lagipula sang gadis berbohong mengaku bekerja di perusahaan Elpiji, tapi setelah dikroscek pihak perusahaan membantahnya.

Untuk penjual miras, Sahabuddin sapaan akrab mantan Camat Sumbawa ini menegaskan akan menjerat mereka dengan Perda Miras No. 20 Tahun 2006 dan masuk dalam tindak pidana ringan (Tipiring). Sedangkan 6 orang yang ditemukan di kos-kosan hanya diberikan pembinaan.

Operasi ini akan terus digelar secara rutin hingga menjelang Tahun Baru karena masih banyak sasaran yang harus ditindaklanjuti. Karena itu ia berharap masyarakat dapat terus memberikan informasi. Ia juga berharap pemilik kos-kosan maupun hotel untuk berhati-hati dan bersikap protektif dengan cara menerima tamu atau penghuni dengan dokumen yang lengkap dan jelas. “Ini untuk kepentingan bersama, ketika masyarakat tertib dan penyakit masyarakat bisa diminimalisir, maka Kamtibmas akan terwujud,” demikian mantan Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa ini. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb