Mantar Segera Dialiri Air Bersih

oleh -5 views
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR KSB, Yetty Andriani SE

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPR KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (28/11/2017)

Mantar merupakan Desa Budaya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan sejuta pesona yang memanjakan mata. Mantar juga sebagai salah satu tempat ParaLayang terbaik di dunia yang berada di ketinggian 600 meter dari atas permukaan laut. Sudah beberapa kali lokasi ini menggelar event internasional Paralayang dengan ratusan peserta baik dari luar daerah hingga luar negeri. Namun beberapa keluhan hadir dari setiap pengunjung yang datang menikmati keindahan Mantar ini. Salah satunya Mantar masih kekurangan air bersih. Karena itu pemerintah daerah bergerak cepat untuk mengatasi hal tersebut guna mendukung wisata di Mantar. Anggaran pun telah dikucurkan untuk membangun jaringan air bersih.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR KSB, Yetty Andriani SE yang ditemui SAMAWAREA, Selasa (28/11) mengatakan, untuk pembangunan jaringan air bersih di Mantar pemerintah daerah melalui Dinas PUPR telah menganggarkan dana sebesar Rp 300 juta. Alokasi dana ini merupakan tahap pertama untuk membangun dua bak penampungan di Desa Mantar. Kini baknya sudah selesai dikerjakan. Pada tahap kedua, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 750 juta untuk membangun jaringan air bersih, dari sumber mata air “Ai TT” menuju Mantar dan Omal Sapa (pemukiman di atas gunung samping Mantar). Untuk pengerjaan jaringan ini sudah mencapai 90 persen hanya tersisa jaringan ke Omal Sapa. “Bahannya sudah ada tinggal penggalian pipanya dan akan diupayakan tuntas sebelum batas waktu pengerjaan sampai 31 Desember 2017 ini,” katanya.

Baca Juga  Menteri BUMN Kembali Dijadwalkan ke Sumbawa 20 Mei

Dalam pekerjaan pembuatan jaringan air bersih menuju Mantar lanjut Yetti, pihaknya dibantu Kedubes Jepang untuk Panel Surya dan pompanya guna memompa air dari Ai TT (sumber air) menuju Desa Mantar dengan ketinggian 300 meter. Kedubes Jepang sudah membuat MoU dengan Yayasan Serikat Tani Pembangunan (YSTP). Tapi pola penganggaran dari Kedubes Jepang dari April ke April sehingga kemungkinan besar batas waktu pekerjaannya sampai April Tahun 2018 mendatang.

Lebih dijelaskannya, debit air sumber mata air untuk mengairi Mantar dan Omal Sapa jika musim penghujan bisa mencapai 7—8 liter per detik. Jika musim kering debitnya hanya 2—3 liter per detik. Selama ini sumber air Ai TT tidak pernah kering, karena setiap musim kemarau masyarakat Mantar turun ambil air ke Ai TT. “Ai TT adalah sumber mata air satu-satunya yang bisa bertahan di musim kemarau panjang sekalipun. Airnya tetap mengalir,” imbuhnya, seraya berharap dengan adanya ketersediaan air bersih nantinya, Desa Mantar bisa menjadi tempat wisata yang lebih nyaman. (HEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb