Ditemukan Pupuk Palsu Beredar di Sumbawa

oleh -25 views
Kadis Pertanian Sumbawa, Tarunawan S.Sos., SP

SUMBAWA BESAR, SR (27/11/2017)

Kadis Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir Tarunawan SP menengarai adanya peredaran pupuk palsu. Pupuk yang diduga palsu ini ditemukan di lapangan dan sudah diedarkan. Ini sangat merugikan petani. Disebutkan Tarunawan yang ditemui wartawan, Senin (27/11), ada dua modus pemalsuan atau penipuan pupuk. Pertama, tidak terdaftar di Kementerian Pertanian dan tidak memiliki izin edar, namun pupuk itu diproduksi dan diedarkan. Pupuk palsu ini relatif menggunakan merk yang hampir sama dengan pupuk legal pemerintah. Misalnya pemerintah mengeluarkan MPK Ponska, dia mengeluarkan yang hampir mirip dengan merk tersebut. Modus kedua, memiliki izin resmi dan izin edar dari Kementerian. Misalnya ada sebuah produk pupuk yang kandungan kemasannya tertera N 26, P 20, dan K 20. Ketika pengusaha itu mengurus izin syaratnya harus menyertakan sempel produknya apakah benar kandungan sesuai yang tertera di kemasan. Ketika pupuk edarannya dilakukan ujilab di pertanian atau lembaga pemerintah, terungkap kandungan di dalamnya tidak sesuai dengan kandungan di kemasan. “Ada satu sampel yang kita temukan di lapangan, menurut label di kemasan tertulis N 26, K 15, P 15. Tapi setelah dilakukan uji lab hanya satu persen di masing-masing bagian. Nah ini kan pemalsuan namanya meski perusahaan itu memiliki izin.

Trik yang dilakukan dan disampaikan kepada petani adalah ketika menggunakan pupuk itu harus disertai dengan urea. Sebab apa saja yang disertai urea pasti bagus karena unsure ureanya bukan pupuknya. Coba kalau tanpa urea, pupuk itu sama dengan kita membuang pasir atau tanah ke tanaman kita,” sesal Tarunawan.

Baca Juga  Danrem 162/Wirabhakti Berganti, Kolonel Farid Makruf Pamit

Yang berbahaya lagi, untuk kelancaran mengedarkan pupuk tersebut, mereka memanfaatkan sejumlah pihak. Dinas Pertanian tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab dengan beredarnya pupuk tersebut karena tiba-tiba muncul. Ini tentu sangat merugikan sebab saat ini pihaknya berusaha meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan hasil produksi, tapi dengan penggunaan pupuk palsu ini bisa mengancam upaya tersebut. “Kasihan petani dibohongi,” tukasnya.

Kedua model pemalsuan ini ungkapnya, sudah beredar di masyarakat. Ia telah meminta kepada KUPT untuk mewaspadainya. Ketika menemukan praktek itu di lapangan ambil tindakan dengan penyetop peredarannya, lalu diuji lab bila perlu melaporkannya kepada pihak kepolisian. Sejauh ini tindakan yang diambil jajarannya masih bersifat persuasive dengan menghubungi pihak perusahaan untuk menyetop peredarannya. Tidak lainnya, pihaknya memiliki KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Peptisida) yang anggotanya aparat kepolisian dan kejaksaan.

Pupuk yang legal menurut Tarunawan, adalah pupuk resmi yang dikeluarkan pemerintah seperti Urea, NPK Ponska, ZA, dan sebagainya. Ada juga yang dikeluarkan swasta itu tidak dilarang asalkan mempunyai izin produksi dan izin edar. “Silahkan saja. Tapi kita perlu mendampingi petani, mengingatkan petani agar berhati-hati. Apabila menemukan pupuk yang dicurigai, kita ambil untuk dilakukan ujilab,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb