Presiden Jokowi Ziarah ke Makam Maulana Syaikh di Pancor

oleh -26 views

MATARAM, SR (23/11/2017)

Presiden RI Joko Widodo melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional asal Nusa Tenggara Barat, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, di Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (23/11). Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 Wita, disambut pengurus Yayasan Hamzanwadi, Ummi Hj. Siti Rauhun, didampingi putra putri di antaranya Muhammad Syamsul Lutfi, Dr. Hj. Rohmi Jalilah dan sejumlah pengurus besar Nahdlatul Wathan Pancor lainnnya. Presiden juga disambut sholawat dan hadrah oleh ratusan santri Ponpes setempat yang kemudian menuju ruang transit yang telah dipersiapkan panitia untuk sejenak mengadakan pertemuan.

Didampingi Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi serta keluarga besar Maulana Syaikh, Jokowi kemudian bergerak menuju kompleks makam dan langsung memanjatkan do’a untuk Almarhum Maulana Syaikh. Ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap salah seorang putra terbaik NTB yang telah berjuang merebut dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan bangsa ini. Usai berdoa kurang lebih 10 menit di makam tersebut, presiden menuju Musholla Al Abrar yang letaknya bersebelahan dengan makan tersebut. Di musholla yang menjadi pusat perjuangan Maulana Syaikh, Presiden menggelar pembacaan Al-Qur’an bersama ribuan santri dan santriwati yang memenuhi Musholla. Saat itu, Presiden menyampaikan bahwa sudah beberapa kali dirinya merencanakan untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar NW di Pancor. “Alhamdulillah, baru kali bisa terlaksana,” ungkap Jokowi disambut tepuk tangan ribuan santri.

Baca Juga  Gudang Penyimpanan Alat Pertanian Dinas Pertanian KSB Terbakar

Jokowi juga mengucapkan terima kasih, karena Ahli Waris Maulana Syaikh, Umi Hj. Sitti Raihun telah hadir di istana negara pada penganugerahan gelar pahlawan Nasional Maulana Syaikh, 9 November 2017 lalu.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan para santri bahwa Indonesia ini merupakan negara besar dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia jelasnya, memiliki 17 ribu pulau dengan sekitar 704 suku, 1100 bahasa daerah dan 516 kota/ kabupaten. “Ini wajib kita syukuri. Bersyukur kita hidup dengan persaudaraan yang kuat,” jelas Jokowi.

Karenanya, Jokowi berharap nilai nilai persaudaraan ini tetap dirawat hingga akhir zaman. Sebelum mengakhiri sambutannya, Jokowi meminta sejumlah santri dan santriwati untuk menghafal Pancasila dan nama nama pulau di Indonesia. Gelak tawa para santri, termasuk presiden tidak bisa ditahan saat salah seorang santri salah mengucapkan Pancasila. “Ini bukan karena nggak bisa, tapi grogi berdiri di samping saya,” ungkap Jokowi yang menambah riuhnya suara tawa para santri. Para santri yang dapat menghafal Pancasila dan nama nama pulau, diberikan hadiah sepeda.

Sebelumya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas keluangan waktu Presiden Jokowi mengunjungi dan bersitaurrahim dengan keluarga besar Ponpes NW. Ponpes tersebut lanjut Gubernur yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) itu merupakan pusat perjuangan dan pengabdian Maulana Syaikh untuk bangsa dan negara. “Pak Presiden, di musholla ini, berpuluh puluh tahun, Maulana Syaikh mengajar dan berjuang. Mengisi hari harinya di sini dengan perjuangan,” cerita TGB.

Baca Juga  Ketua TP PKK NTB Minta Program BASNO Terus Digenjot

Karena itu, atas nama keluarga besar NW dan masyarakat NTB, TGB menyampaikan terima kasih kepada Presiden karena telah menetapkan Maulana Syaikh sebagai Pahlawan Nasional.  Seraya berdoa semoga Presiden Jokowi diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan tugas. “Kehadiran Bapak Presiden ini merupakan penguat bagi kami,” pungkasnya.

Presiden kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.00 WITA, menuju Kota Mataram untuk membuka Munas dan Kongres Besar Ulama NU. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb