Pelayanan RSUD Asy-Syifa Membuat Pasien Puas dan Nyaman

oleh -27 views

SUMBAWA BARAT, SR (23/11/2017)

Masyarakat selaku pengunjung menyatakan puas atas mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Mereka berharap rumah sakit tersebut senantiasa menjaga keunggulan pelayanannya agar tetap menjadi fasilitas kesehatan favorit dan kebanggaan rakyat Bumi Pariri Lema Bariri ini. “Saya dua bulan lalu sudah berobat di rumah sakit ini dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Saya puas atas pelayanan yang diberikan, terutama dari para perawat, dokter dan petugas di bagian pendaftaran,” kata Maria salah seorang pasien asal Desa Labuan Lalar Kecamatan Taliwang yang mengalami keguguran kepada SAMAWAREA belum lama ini.

Lanjut Maria, pelayanan yang diberikan RSUD Asy-Syifa kepada pasien umum atau asuransi dan peserta BPJS Kesehatan tidak dibeda-bedakan. Semuanya mendapatkan pelayanan yang sama sesuai nomor antrian. Apalagi keramahan petugas kesehatannya membuat nyaman di hati. “Saya rujukan dari Puskesmas Taliwang yang mengalami keguguran dan menurut petugas kesehatan penyakit saya ada yang tidak normal yang mengharuskan saya dirujuk ke RSUD Asy-syifa,” kata Maria.

Awalnya dia sangat takut dan merasa berat harus dirujuk dengan kondisi ekonomi tergolong miskin dan hanya mengantongi BPJS. Ia pun menghubungi temannya yang mengetahui seluk beluk RSUD Asy-Syifa. Setelah diyakinkan, Maria yang didampingi suami dan temannya tersebut akhirnya berangkat ke RSUD Asy-Syifa. Setibanya di rumah sakit itu dia disambut sangat ramah lalu diarahkan ke kamar bersalin untuk dilakukan pemeriksaan awal. Dengan keramahan petugas, rasa khawatir, was-was dan gugup seketika sirna membuatnya nyaman. “Petugasnya selalu tersenyum, tegur sapanya lembut dan saya merasa sangat diperhatikan,” aku Maria.

Baca Juga  AP2SB Dorong RSUD Asy Syifa Inisiasi Bangun Rumah Singgah

Tidak menunggu lama setelah ada perundingan singkat dengan suami, petugas melakukan tindakan pembersihan janin. “Alhamdulillah hasilnya pun memuaskan,” imbuhnya.

Pasca operasi, ungkap Maria, dia harus menjalani rawat inap. Selama dalam perawatan, dia selalu dikontrol petugas. Petugas selalu mengawali dengan kalimat pembuka yang ramah. “Bagaimana kondisinya bu ? sudah baikan ? apa sudah sarapan ?” Selain itu dia selalu dikontrol dua jam sekali. Selain menanyakan kondisinya petugas memberikan penjelasan tentang bagaimana seharusnya beraktivitas saat hamil, nutrisi apa yang harus dipenuhi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. “Sampai saya dinyatakan boleh pulang oleh petugas saya diberikan obat sekaligus peraturannya, dan makanan apa saja yang dianjurkan dan yang harus dihindari. Dengan pelayanan seperti itu saya sebagai pasien tidak bingung lagi harus berbuat apa, karena sebelum saya bertanya semuanya sudah dijelaskan oleh petugas kesehatan di rumah sakit itu,” demikian Maria. (HEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb