RSUD Asy-Syifa Targetkan Rencana Penambahan Pelayanan

oleh -27 views
dr. Carlof Sitompul, Direktur RSUD Asy-Syifa KSB

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (21/11/2017)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memetakan target rencana kebutuhan pelayanan rumah sakit yang belum ada. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir angka rujukan.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof Sitompul mengakui, cukup tingginya angka rujukan seperti penyakit tulang, mata, syaraf, dan kanker. Padahal tidak ada pelayanan penyakit tersebut di RSUD nya. Hal inilah yang menjadi bahan pemikiran di RSUD Asy-Syifa untuk membuat target-target rencana kedepan agar ada pelayanan penanganan penyakit tersebut di KSB. “Kami telah merencanakan dan menargetkan untuk pelayanan mata pada Tahun 2018 mendatang. Anggarannya sudah kita siapkan, untuk pelayanan bedah tulang yang angka rujukannya nomor satu tertinggi ditargetkan 2018 atau 2019,” akunya.

Untuk memenuhi target itu, sambung dr. Carlof, pihaknya masih dalam tahap komunikasi dengan dokter spesialis yang ada. Kemudian pelayanan penyakit syaraf ditargetkan dari Tahun 2019 sampai 2020. Pasalnya untuk spesialis syaraf di Mataram sebagai ibukota provinsi saja masih sangat sedikit sehingga perlu waktu yang cukup lama. Kemudian untuk pelayanan THT juga ditargetkan 2019-2020, sementara pelayanan Kanker ditargetkan 5—10 tahun mendatang. “Kita usahakan pelayanan penyakit yang kami targetkan itu sudah ada di KSB. Langkah ini kita ambil agar masyarakat tidak merasa terlalu terbebani dengan biaya hidup untuk menjaga pasien ketika dirujuk ke luar daerah. Meski gratis tapi biaya keluarganya yang merawat pasti butuh biaya juga,” ungkapnya.

Baca Juga  Tangani Pasien Covid dan PDP, RSMA Terancam Over Kapasitas  

Ada beberapa penyebab pihaknya sulit mendatangkan dokter spesialis. Di antaranya langkanya dokter spesialis tersebut. Kemudian jumlah penduduk yang sedikit juga menjadi pertimbangan bagi para dokter untuk mengabdi di KSB. Ada juga faktor lain seperti karakter masyarakat, maupun daya tarik wisata yang bisa membuat mereka merasa nyaman. “Kalau bicara masalah insentif yang akan diberikan kepada dokter yang mau mengabdi di RSUD Asy-Syifa sudah terbilang sangat cukup, pemerintah menyediakan tempat tinggal, mobil dinas, dan uang 30 juta rupiah perbulan,” bebernya. (HEN/SR)

dukacita dukacita bankntb