Fahri Hamzah: KSB Contoh Daerah Pemekaran yang Berhasil

oleh -32 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN HUMASPRO KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Menteri PUPR Dukung Pembangunan KSB, Mensos Gulirkan Bansos Ranstra

SUMBAWA BARAT, SR (21/11/2017)

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah SE menyatakan bahwa pemekaran daerah adalah langkah yang baik. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Kabupaten Sumbawa Barat. Pertumbuhan KSB sebagai daerah baru mendapatkan keberhasilan dengan IPM peringkat pertama di antara delapan kabupaten di Provinsi NTB. DPR RI pun siap dan mendukung pembentukan daerah otonom baru, termasuk pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). ‘’Kami di atas siap membantu ‘’begerik’’ (menggoyang). Kami ucapkan selamat dan dirgahayu Kabupaten Sumbawa Barat,” ucapnya saat memberi sambutan pada Harlah KSB ke-14 di Lapangan Graha Fitrah Sumbawa Barat, Senin (20/11).

Ucapan yang sama disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Muhammad Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D. Pihaknya sangat mendukung pembangunan di KSB. Misalnya Pembangunan Bendungan Bintang Bano yang diusahakan tuntas akhir tahun 2019. Kunjungan ke KSB ini pun akan dilaporkan ke Presiden dan berharap Bendungan Bintang Bano dapat diresmikan pada ulang tahun ke-15 KSB tahun 2019 mendatang.

Sementara Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung yang membacakan sambutan Menteri Sosial, Dra. Indar Parawansa menyampaikan, upaya bahu membahu menurunkan angka kemiskinan terus dilakukan di Indonesia. Untuk di KSB, Kemensos mengalokasikan beras sejahtera senilai Rp 11 miliar atau untuk 10.086 orang pada 2017. Program beras sejahtera tahun 2018 akan ditransformasi/reformasi dari subsidi barang menjadi subsidi orang yakni menjadi program bantuan sosial ranstra. Bedanya jika pada beras sejahtera, masyarakat harus menebus Rp 1.600/kg. Namun pada bansos ranstra tidak perlu menembus alias gratis.

Baca Juga  Gubernur NTB Ungkap Alotnya Pencairan Bantuan Gempa Sumbawa

Penerima PKH di KSB tahun 2017 sebanyak 4000 lebih jiwa dengan anggaran senilai Rp 8 milyar. Pada tahun 2018 akan ditingkatkan menjadi menjadi 1.800 penerima, bukan berarti orang miskin di KSB meningkat. Namun ini sebagai perhatian pemerintah kepada masyarakat. Di bawah pemerintahan Bupati Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin ST, kemiskinan di KSB akan cepat menurun. Apalagi didukung pembangunan perumahan dan permukiman atau infrastruktur yang baik. Kemensos kedepan akan merekrut pendamping PKH, PKSK dan Tagana pendamping masyarakat miskin atau peliuk. Program Bupati dalam pembangunan dengan meningkatkan gotong royong atau partisipasi semua pihak akan dijadikan contoh kepada daerah-daerah lain untuk mengikuti inovasi tersebut. ‘’Kami apresiasi respon cepat Pemda yang telah memverifikasi dan memvalidasi dan dilanjutkan mendeklarasikan pengentasan kemiskinan di KSB mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. “Dirgahayu KSB, semoga masyarakat KSB semakin tentram, sejahtera dan bahagia,” kata Andi ZA Dulung.

Puncak peringatan Harlah ke-14 KSB ini pun ditutup dengan parade budaya dari berbagai suku nusantara yang ada di KSB. Di antaranya, Suku Jawa dengan menampilkan kesenian Reog Ponorogo. Etnis Bali menampilkan gamelan dan tarian khas Bali. Etnis NTT menampilkan tarian perang NTT. Etnis Mbojo (Bima-Dompu) menampilkan kesenian adu kepala dan kesenian khas Kabupaten Sumbawa Barat serta kesenian daerah lainnya. (HEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb