Mi6: Elektabilitas SukMa Tinggi, Paslon Lain Harus Lebih Kreatif

oleh -3 views
Bambang Mei (Didu), Direktur M16

MATARAM, SR (20/11/2017)

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH meminta pasangan Sukiman—Rumaksi yang dikenal dengan sebutan Paket SuKMa untuk tidak demam panggung karena masih dianggap memiliki popularitas dan elektabilitas terkuat di antara Paslon lain dalam Pilkada Lombok Timur. SukMa tidak boleh terlena dengan capaian rating elektabilitas politik sementara karena gong pertandingan belum resmi dimulai. Paket Paslon lain Samsul Lutfi-Zulkifli dan HaRum harusnya lebih kreatif dalam meraih simpati  pemilih.

Menurut Didu—sapaan akrab Direktur Mi6, sejak Sukiman divonis bebas murni oleh Majelis Hakim Tipikor,  popularitas Sukiman Rumaksi melejit sebagaimana bocoran beberapa lembaga survey melihat trend elektabilitas paket SukMa. “Tapi itu dulu diawal awal momentum Sukiman divonis bebas,” ujarnya.

Saat ini seiring dengan mengerucutnya Paslon lain seperti Samsul Lutfi-Zulkifli maupun Khaerul Warisin-Machsun, konstelasi pilkada Lombok Timur makin dinamis dan unpredictable, sulit ditebak preferensi politiknya, khususnya di tingkat basis karena munculnya the rising star di barisan Cawabup. “Selama ini opini terbangun sebatas asumsi tentang kekuatan dan mesin politik para Paslon tersebut,” ujar Didu.

Seiring makin mendekatinya waktu pendaftaran di KPU, lanjut Didu, semua calon bupati Lombok Timur, di mata Mi6 masih belum bisa menunjukkan geliat politik yang sesungguhnya dalam meraih persepsi pemilih, di luar loyalis vottersnya. “SukMa masih diasumsikan unggul dibanding paket lain karena mencerminkan perimbangan kekuatan politik utara selatan,” katanya.

Baca Juga  67 Tenaga Medis di NTB Terpapar Covid, Termasuk 8 Dokter

Sementara Paslon lain, Samsul Lutfi Zulkifli dan Paket HaRum harusnya lebih kreatif dalam meraih simpati pemilih agar nuansa Pilkada Lombok Timur lebih dinamis dan semarak. Hal ini mengingat ada kesan suasana greget Pilkada Lotim cenderung biasa saja dibanding suasana Pilkada di wilayah lain. “APK yang terpasang minimalis dan ada kesan di masyarakat Paket SuKMa dianggap sudah memenangkan Pilkada Lotim meski pendaftaran di KPU belum dimulai,” imbuh Didu.

Didu juga mendengar rumor yang beredar bahwa dalam Pilkada Lotim bahwa ada paket paslon yang linier dengan Paslon PilGub NTB. “Ini bisa dimengerti untuk memudahkan kerja kerja politik di basis agar suara konstituen tertib dan selaras dengan Paket PilGub, Pilbup dan Pilwakot,” tambahnya.

Sehingga masuk akal, mengapa Paslon Samsul Lutfi Zulkifli menunda waktu deklarasi karena masih menunggu kepastian terbentuknya koalisi linier yang dalam beberapa hari ke depan akan terealisasi. “Besar kemungkinan Demokrat akan mempelopori koalisi linier untuk semua tingkatan Pilkada serentak di NTB ini,” ungkapnya sembari mengatakan partai koalisi Demokrat kemungkinan besar PAN, PKS dan PBB.

Tidak bisa dipungkiri di lapangan bahwa paket SukMa progres elektabilitas dimata masyarakat Lombok Timur masih belum tergoyahkan. “Meskipun begitu, SuKMa belum tentu memenangi Pilkada jika basis basis konstituennya tidak dirawat dengan baik,” ujar Didu.

Selain itu Paket Khaerul Warisan Machsun (HaRum) sebagai incumbent tentu tidak ingin jadi pecundang dalam Pilkada Lotim. “HaRum pasti tidak ingin dipermalukan karena ingin mengulang sukses story pada Pilkada 2013,” timpalnya.

Baca Juga  Budidaya Tanaman Al-Quran di NTB Cocok dengan Label Wisata Halal

Di lain pihak Paket Samsul Lutfi Zulkifli, juga menanggung beban sejarah atas kekalahannya dalam Pilkada 2013. Sebagai sosok yang dicitrakan penerus kepemimpinan trah NW, Samsul Lutfi tentu akan berjuang sekuat tenaga untuk memenangi Pilkada Lotim ini. “Suara dan kantong NW pasti akan dirawat dan dijaga secara ketat agar tidak kecolongan oleh Paslon lain,” tambah Direktur Mi6 ini.

Mi6 melihat suara swing votter di Pilkada Lombok Timur masih cukup tinggi. Artinya setiap paket calon yang tampil masih memiliki peluang yang sama untuk memenangi konstestasi ini. “Meskipun elektabilitas SuKMa masih tinggi, tapi itu bukan mencerminkan perolehan suara di TPS,” pungkasnya. (*)

dukacita dukacita bankntb