Gubernur NTB: Sholawat itu untuk Menguatkan Diri Seorang Hamba

oleh -4 views

PONTIANAK, SR (19/11/2017)

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajak ummat Islam untuk senantiasa menghiasi hidup ini dengan bersholawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Meskipun sholawat itu untuk Nabi, lanjut Gubernur yang disapa Tuan Guru Bajang (TGB), sejatinya diperuntukkan bagi diri seseorang hamba yang mengucapkannya. Sholawat pada hakekatnya merupakan bacaan yang dapat mengamankan sekaligus menguatkan diri seorang hamba di tengah dunia yang penuh hiruk pikuk ini. “Sholawat itu sejatinya bukan untuk meninggikan Rasulullah yang memang sudah tinggi dan mulia, tetapi membaca sholawat itu adalah untuk meninggikan diri kita di hadapan Allah SWT,” tutur TGB di hadapan puluhan ribu jamaah yang hadir di Masjid Agung Kota Pontianak, saat menyampaikan tausiyah pada acara “Kalimantan Barat Bersholawat” bersama Habib Syeikh bin Abdul Qadir Assegaf, Sultan Pontianak IX, Sri Paduka Maulana Syarif Machmud Melvin Alkadrie SH dan puluhan Habaib se-Kalimantan Barat, Sabtu (18/11) malam kemarin.

TGB menjelaskan, di samping sebagai penguat dan pengaman hidup, membaca sholawat juga merupakan salah satu bentuk penghormatan dan balas jasa bagi orang yang paling berjasa dalam hidup seorang manusia, yaitu Nabi Besar Muhammad SAW. Selain bersholawat,  istighfar juga kalimat yang harus senantiasa diucapkan untuk menjadi pengaman dan pembawa berkah hidup ini. Sekaligus memohon ampun atas dosa yang telah dilakukan. Istighfar kata TGB, kalimat yang akan melindungi diri dari segala macam perbuatan dosa. Karenanya, TGB mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menghiasi hidup dengan membaca sholawat dan istighfar.

Baca Juga  Tuding Kabupaten Tak Peduli, Masyarakat Lantung Tutup Jalan Berlubang

Pada saat itu, Gubernur TGB juga menyinggung makna dan keutamaan dalam berdakwah. Menurutnya, antara satu muslim dengan muslim lainnya ketika melaksanakan dakwah, harus saling menguatkan sebagaimana yang dicontohkan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Dalam berdakwah, lanjut Cucu Pahlawan Nasional, TGKH Zainuddin Abdul Madjid tersebut, seorang muslim harus menyampaikan kabar gembira tentang apa-apa yang menjadi janji Allah kepada hamba yang beriman. Bukan sebaliknya menyampaikan kabar yang tidak menyenangkan, baru kemudian kabar gembira. “Dakwah sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasulullah adalah saling menguatkan, saling mendekatkan dan saling menolong, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Dengan cara demikian, maka akan dapat merasakan bahwa hidup beragama benar-benar membawa kesukacitaan dan kelapangan. “Kita akan bisa berislam dengan kesukacitaan, bukan dengan hati yang resah. Justru Islam hadir membawa kelapangan,” pungkasnya. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb