Muktamar GPII akan Pertegas NKRI dan Pancasila Harga Mati

oleh -2 views

JAKARTA, SR (18/11/2017)

Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) akan menggelar Muktamar XIII di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam Muktamar yang dilaksanakan 26-30 November 2017 ini, rencananya akan dihadiri Ketua MPR RI Zulkfili Hasan, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Kapolri Jenderal (Pol) Prof. Muhammad Tito Karnavian PhD, Menpora Imam Nahrowi, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh dan lainnya. Presiden Jokowi sendiri juga diagendakan namun belum terkonfirmasi terkait jadwal. Hal ini diungkapkan Ketua Umum PP GPII, Karman BM, Sabtu (18/11).

Dari pembahasan di tingkat ‘stering comitte’ ungkapnya, salah satu poin pembahasan penting yang nanti diputuskan Muktamirin adalah terkait persoalan kebangsaan yakni posisi NKRI dan Pancasila. Bagi GPII, NKRI dan Pancasila adalah kesepakatan agung bangsa oleh ‘Founding Fathers’ sehingga harus dijaga dan dipertahankan selama republik ini berdiri. “Bahasa anak mudanya NKRI dan Pancasila adalah harga mati,” ucapnya.

Keislaman dan Keindonesian bagi kader GPII adalah seperti dua koin mata uang, sesuatu yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Para senior GPII telah membuktikannya seperti mosi Integral M. Natsir (salah satu pendiri GPII) yang mengajukan mosi integral NKRI saat Indonesia sedang menganut sistim serikat pada dekade tahun 50-an. Semboyan GPII selama ini akan terus dipertahankan dan dibumikan ke seluruh kader GPII se Indonesia yakni ‘Islam Yes NKRI Yes’

Baca Juga  Pempus Dukung Penuh Keberadaan Ponpes Dea Malela

Radikalisasi masa dan benturan opini seolah-olah memisahkan Islam dan Nasionalis belakangan terjadi hanya sebuah kompetisi politik di tingkat lokal (Pilkada) bukan sebab pertarungan ideologi. Karena selama ini Islam dan Nasionalis sudah terbukti selalu bersama-sama mendirikan dan membangun Bangsa Indonesia. “GPII memandang kebhinekaan adalah sunatullah dan rahmat Allah bagi Indonesia karena Rasulullah pun bersabda, perbedaan adalah rahmat. Indonesia tak akan runtuh karena perbedaan tapi justru semakin kuat karena masing-masing saling melengkapi dan menguatkan,” ujar Karman.

Seperti di ketahui, GPII didirikan pada 2 Oktober 1945 oleh sejumlah tokoh saat itu antara lain Buya Natsri, KH Wahid Hasyim, M. Natsir, Anwar Cokroaminoto dan tokoh lainnya. GPII didirikan dengan dua tujuan utama yaitu ikut mempertahankan kemerdekaan dan mensyiarkan da’wah Islam sebagai sebuah nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

 

dukacita dukacita bankntb