Bupati Tawarkan Beberapa Opsi Pembiayaan Relokasi RSUD

oleh -13 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/11/2017)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc menyatakan bahwa relokasi RSUD Sumbawa sangat mendesak dalam rangka meningkatkan pelayanan rumah sakit rujukan. Karena itu semua akan sepakat bahwa relokasi RSUD merupakan opsi yang terbaik di antara opsi-opsi lain yang tersedia. Pihaknya telah mengambil langkah-langkah konkrit guna merealisasikan harapan untuk memiliki sebuah rumah sakit daerah yang representatif, didukung sarana prasarana dan sumber daya manusia yang memadai. Pada Tahun Anggaran 2017 ini, pihaknya tengah menyelesaikan Feasibility Study (FS) dan penyusunan master plan yang menjadi persyaratan pembangunan rumah sakit. Tahun Anggaran 2018, atas persetujuan DPRD telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan Detail Enginering Design (DED). “Pada tahun depan, kita juga ingin memulai pembangunan fisik rumah sakit umum ini. Jika Allah mengizinkan, diperkirakan selama dua tahun proses kontruksi, instalasi peralatan, persiapan SDM dan pemantapan manajemen rumah sakit dapat dimatangkan. Sehingga pada akhir Tahun 2020 atau awal 2021 di masa akhir jabatan kami sebagai Bupati, insya Allah kita telah dapat mengoperasikan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumbawa yang membanggakan dan kita persembahkan bagi peningkatan derajat kesehatan rakyat kita,” beber Bupati saat menyampaikan pendapat akhirnya pada Rapat Paripurna IV dengan agenda Penyampaian Laporan Komisi-komisi terhadap Ranperda APBD 2018, Persetujuan/Penetapan Perda tentang APBD Tahun Anggaran 2018 dan Penyampaian Pendapat Akhir Bupati Sumbawa, di DPRD Sumbawa, Rabu (15/11). Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Lalu Budi Suryata SP didampingi tiga pimpinan lainnya, Dr. Drs H. Arachman Alamudy SH MSi, H. Ilham Mustami S.Ag, dan Kamaluddin ST M.Si ini dihadiri langsung Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, anggota Forkopimda, pimpinan OPD, dan segenap anggota DPRD Sumbawa.

Baca Juga  Wagub NTB: PKK Jadi Garda Depan Suksesnya Pengembangan PAUD

Karenanya, untuk mengatasi keterbatasan dukungan anggaran daerah, Bupati berharap dukungan DPRD agar dapat memberikan persetujuan dalam mencari alternatif pembiayaan seperti obligasi daerah, pinjaman daerah atau mekanisme pembiayaan lainnya yang paling layak untuk mewujudkan rumah sakit baru tersebut.

Untuk diketahui, ungkap Bupati yang dicegat SAMAWAREA usai penyampaian pendapat akhir, sebenarnya rencana besar pembangunan rumah sakit ini tercetus sejak Bupati Latief Majid dan kala itu ia menjadi pimpinan DPRD Sumbawa termasuk yang mengupayakan skema pembiayaan. Tapi Bupati saat itu tidak setuju karena ketika meminjam dana maka akan ada konsekwensinya. Demikian dengan bupati berikutnya, Drs. H. Jamaluddin Malik yang mungkin baginya belum waktunya untuk direlokasi. Karena itu selaku Bupati saat ini, Ia ingin melengkapi keberhasilan dua bupati terdahulu. “Masa iya saya bupati ketiga tidak berhasil merelokasi rumah sakit, sementara kebutuhan rumah sakit ini sangat prioritas dan mendesak. Ketika Jalan Garuda tuntas diperlebar dan dijadikan dua jalur maka area rumah sakit yang ada ini semakin sempit. Belum lagi kondisinya tidak representative untuk masyarakat Sumbawa yang semakin maju dan bertambah banyak. Jadi opsi relokasi sudah sangat tepat,” tandasnya.

Untuk lahan relokasi sudah disiapkan di BBU Sering, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis. Lahan seluas sekitar 5 hektar ini sudah dinilai tim dari pusat dan dinyatakan sangat cocok dari empat lokasi yang ditawarkan. “Semoga semuanya termasuk pembangunan infrastrukturnya beres pada tahun 2018,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb