Ayo Berantas Kemiskinan di Seteluk

oleh -30 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN HUMASPRO SETDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (10/11/2017)

Masalah kemiskinan tidak bisa diatasi dengan mengandalkan satu pihak saja. Kemiskinan ini merupakan masalah bersama yang harus dibasmi secara bersama sama pula. Pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten, camat, desa, dan semua komponen masyarakat harus terus bergerak dalam pengentasan kemiskinan ini. Demikian diungkapkan Camat Seteluk Ruslan S.IP pada acara Deklarasi Kemiskinan Tingkat Kecamatan, kemarin.

Ia mengaku sudah bekerja all out untuk melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan di Kecamatan Seteluk. Saat data awal sesuai BDT Kemensos angka kemiskinan di Seteluk mencapai 8.000 lebih jiwa. Hasil verifikasi ternyata banyak yang sudah meninggal dunia tapi namanya tetap terakomodir. Ada juga yang kategori kaya dan pindah tempat tinggal ikut masuk dalam data. Karena itu angka kemiskinan hasil verifikasi turun drastis.

Meskipun sudah diverifikasi oleh desa pemerintah daerah dipandang perlu ada verifikasi faktual lagi, sehingga dibentuk tim kabupaten untuk mendampingi dan memastikannya. Tim kabupaten, kecamatan, desa, peliuk, Babinkantibmas dan Babinsa bekerja siang malam bahu membahu melakukan verifikasi faktual tingkat akhir. “Data yang kami terima dari tim pendamping kecamatan yang turun ke desa-desa sangat jauh dari data awal,” akunya.

Seperti Desa Seteluk Atas jumlah masyarakat miskin 136 jiwa, Seteluk Tengah 96 jiwa, Tapir 35 jiwa, Kelanir 33 jiwa, Air Suning 15 jiwa, Lamusung 11 jiwa, Desa Loka 10 jiwa, Seran 9 jiwa, Meraran 2 jiwa, dan Desa Rempek 0. “Ini data valid sesuai dengan 16 indikator yang ditetapkan pemerintah,” kata Ruslan.

Baca Juga  Pokdarwis Binaan Amman Mineral Raih “Indonesia Sustainable Tourism Award 2019”

Ia berharap angka ini setiap tahunnya berkurang. Ruslan juga berharap masyarakatnya dapat memanfaatkan semaksimal mungkin Program Bariri yang telah dicanangkan pemerintah daerah, karena bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Paling penting yang harus ditanamkan di tengah masyarakat adalah kejujuran dan kesungguhan. “Jangan diberikan bantuan sapi yang pulang tinggal talinya, sapinya sudah dirupiahkan. Ini yang membuat kemiskinan tetap bertahan. Semoga kecamatan kita menjadi kecamatan teladan dan diberkahi Allah,” ucapnya.

Ruslan juga menekankan kepada desa agar mencantumkan program PDPGR dalam APBDes. Program itu bisa dalam bentuk bantuan stimulan, mandiri atau padat karya. Jika ada desa yang tidak mencantumkan program tersebut, maka APBDes-nya akan ditolak Bappeda. Langkah ini dilakukan agar semua komponen ambil bagian dalam pengentasan kemiskinan.

Drs Burhanuddin

Di tempat yang sama Tim Kabupaten yang merupakan Koordinator Kecamatan Seteluk, Drs Burhanuddin mengajak semua pihak untuk menyayangi orang miskin dan memberantas kemiskinan. “Seandainya kita dalam posisi sebagai orang yang mampu, ayo kita bantu orang yang kurang beruntung, karena Allah SWT sedang menjawab doa orang itu melalui kita. Ingat tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” kata Burhanuddin.

Menurutnya menjadi tugas semua pihak untuk memberantas kemiskinan. Dan masyarakat juga harus berusaha keluar dari garis kemiskinan karena untuk mau berubah sebuah pilihan yang tepat dan cerdas. “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum apabila kaum itu tidak mau merubah dirinya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga  Kemenparekraf Bantu Penataan Ruang Terbuka Hijau Islamic Center

Pemerintah KSB ungkap Burhan, terus berupaya agar masyarakat terbebas dari kemiskinan. Ia mengibaratkan, ketika masih miskin, pemerintah akan memberikan ikannya untuk dinikmati. Tapi ketika sudah beranjak dari kemiskinan akan diberikan kailnya untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya agar kebutuhan terpenuhi bahkan bisa memberikan bantuan kepada yang lain. “Hasil verifikasi dari 16 indikator inio menjadi data kami untuk memberikan bantuan. Misalnya data tersebut dari 16 hanya terpenuhi 8 kriteria saja, pemerintah akan mengusahakan untuk 16 kriteria terpenuhi sehingga kebutuhan hak-hak dasar manusia bisa terpenuhi,” ucapnya.

Karenanya Ia meminta meminta Kades untuk menginventarisir warganya, dan memilah mana tanggung jawab yang menjadi ranah pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Semua harus mengambil bagian dalam memerangi kemiskinan. “Mari kita keroyok kemiskinan ini, dengan meningkatkan program untuk masyarakat miskin. Ketika sudah keluar dari kemiskinan bantuan kita berikan bantuan berkelanjutan,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb