Angka Kemiskinan di Desa Air Suning Hanya 0,072%

oleh -40 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN HUMASPRO SETDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (10/11/2017)

Pemerintah KSB diklaim berhasil menjalaNkan program unggulannya yaitu Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Dari hasil pendataan verifikasi dan validasi faktual di lapangan tentang angka kemiskinan menunjukan kemiskinan di Desa Air Suning Kecamatan Seteluk hanya 0,072%.

Dalam laporan Kepala Desanya, Safrudin di acara deklarasi angka kemiskinan di kantor desa Air Suning menyampaikan jumlah penduduk Desa Air Suning 2068 jiwa. Sesuai data BDT sebelum diverifikasi masyarakat miskin di Air Suning 303 jiwa, setelah dilakukan verifikasi dan validasi data tersebut dengan waktu yang cukup singkat hasilnya hanya terdapat 15 jiwa dari 10 KK dengan 16 kriteria yang disampaikan Kementerian Sosial. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, persentase warga miskin hanya 0,072%. “Kita berani mempertanggungjawabkan hasil verifikasi dan validasi ini. Pendataan ini bukan hanya dilakukan pemerintah desa sendiri, tapi kerja tim dengan agen PDPGR, Babinsa, dan Babinkantibmas yang selalu bersama kami, di bantu lagi dengan tim dari kabupaten. Kita juga dalam melakukan pendataan meminta persetujuan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat bahwa yang kita masukkan namanya benar-benar miskin, sehingga kami tidak ragu dengan kevalidan data kami,” tandasnya.

Untuk diketahui pemerintah desa setempat telah menganggarkan bedah rumah yang dimulai Tahun 2018, 10 rumah pertahunnya dengan anggaran Rp 10 juta per unit. Dalam pelaksanaannya pihaknya akan menggunakan sistem gotong royong yang hasilnya lebih besar dari nilainya, dan juga untuk menjaga tradisi, serta kekuatan silaturrahmi antar masyarakat.

Baca Juga  Panglima TNI dan Kapolri Luncurkan Kampung Tangguh Nusantara di Desa Kembang Kuning

Di tempat yang sama Tim Kabupaten, M Yusuf memastikan data warga miskin di Air Suning hanya 0,072 persen. Hal ini merupakan salah satu dampak program PDPGR melalui Kartu Bariri dan Kartu Pariri. Banyak yang sebelumnya masuk kategori miskin sekarang sudah tidak lagi. Bantuan modal UMKM untuk peningkatan usaha sangat dirasakan oleh masyarakat. “Dulu untuk menambah modal usahanya, masyarakat mengambil uang koperasi yang bunganya sangat tinggi yang membuat pedagang kecil sulit berkembang. Semoga dengan program ini langkah menuju masyarakat KSB sejahtera dapat terwujud,” harapnya.

Hadir di acara tersebut Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. HW. Musyafirin MM beserta istri Hj. Hanifa Musyafirin, Koordinator kecamatan dari tim kabupaten H. Burhanuddin. (HEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb