APLS akan Tertibkan Distribusi BBM ke Wilayah Selatan Sumbawa

oleh -2 views
Sekjen APLS Sumbawa, Ahmad Yani S.Pd

Disinyalir Gunakan BBM Bersubsidi untuk Industri

SUMBAWA BESAR, SR (07/11/2017)

Asosiasi Pengusaha Lingkar Selatan (APLS) Kabupaten Sumbawa mensinyalir kuat adanya penggunaan BBM bersubsidi dalam mendukung keberlangsungan proyek di wilayah selatan Sumbawa. Sebab BBM bersubsidi diduga kuat digunakan untuk kepentingan industri. Distribusi BBM subsidi untuk industri ini diduga sudah berlangsung cukup lama. Kuat dugaan ada oknum-oknum berpengaruh yang membekingi dan ikut bermain dalam praktek ilegal tersebut. Karenanya APLS dalam waktu dekat akan melakukan penertiban semua truk yang mengangkut BBM menuju wilayah selatan Sumbawa. Jika ditemukan BBM yang asalnya tidak jelas, terlebih lagi berasal dari SPBU untuk kepentingan industri, akan diamankan dan digiring menuju Polres Sumbawa untuk diproses lebih lanjut. Hal ini ditegaskan Sekjen APLS Sumbawa, Ahmad Yani usai menemui Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT, Selasa (7/11) siang tadi.

Menurut Yani—akrab ia disapa, kedatangan mereka menghadap Kapolres untuk memberikan informasi praktek ilegal tersebut sekaligus mendesak polisi turun tangan dan tidak melakukan pembiaran. Jika polisi tidak bergerak dan tidak memiliki kemampuan untuk bertindak, APLS akan mengambil alih dengan caranya sendiri. Yani mengaku memiliki bukti visual dan data terkait praktek ilegal yang menguntungkan oknum-oknum tertentu dan sangat merugikan pemerintah daerah dan masyarakat ini. Dalam prakteknya, kemungkinan oknum pengusaha nakal tersebut menggunakan rekom atas nama petani dan nelayan yang kemudian bekerjasama dengan oknum SPBU untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Mereka melakukan pengecoran di waktu-waktu tertentu dengan menggunakan drum. Sementara rekom itu sudah tidak berlaku lagi karena kewenangan terkait migas dan sumberdaya energi ini termasuk ijin BBM sudah bukan kewenangan kabupaten melainkan pemerintah pusat. Sangat mustahil jika aparat tidak mengetahui adanya praktek ini. “Kami siap dikonfrontir dengan siapapun mengenai masalah ini. Kami punya bukti dan data. Makanya kami minta polisi untuk mengusut dan menertibkan dugaan penyalahgunaan BBM ini. Jika tidak mampu melakukannya, kami siap bergerak sendiri,” ujar Yani, seraya menambahkan bahwa APLS akan melakukan menertibkan sejumlah kendaraan atau truk yang mengangkut BBM ke wilayah selatan. Mereka harus melengkapi pengangkutan BBM dengan 5 surat, di antaranya Surat Keterangan Penyalur (SKP), Surat Bukti Order yang berlaku hanya sekali, Surat Keterangan dari Pertamina, dan Surat Jalan dari perusahaan penyuplai. Tanpa surat itu, patut diduga bermasalah. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Ayo !!! Tertib Berlalulintas Bersama YNC Sumbawa