Waspada !! Penipu Berhipnotis Beraksi, Modusnya SKSD

oleh -30 views
pelaku (tanda panah) sedang beraksi memperdayai korbannya.

SUMBAWA BESAR, SR (05/11/2017)

Berbagai macam modus kejahatan. Tidak hanya dilakukan secara kasar dan kekerasan, tapi juga sopan dan ramah. Pelaku datang menghampiri korban dengan cara SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). Setelah menguasai dan memperdayai lalu membawa kabur uang milik korbannya. Seperti yang dialami Wati—ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa. Kejadiannya dua hari yang lalu.

Kepada SAMAWAREA, Minggu (5/11), Wati menuturkan, saat itu sekitar pukul 12.00 Wita, korban baru saja tiba di Alfamart depan SPBU Kebayan Sumbawa berniat berbelanja. Belum sempat menurunkan standar sepeda motor di halaman parkir, melintas seorang pria mengendarai sepeda motor memanggil namanya “Bu Syarif…!”. Kebetulan suaminya bernama Syarif, korban pun menoleh. Terlihat di tepi jalan pelaku melambaikan tangan sebagai isyarat kalau dia yang memanggil korban. Korban mengira pelaku itu adalah keluarga suaminya. Karena sebelumnya suaminya pernah menyampaikan kalau keluarganya akan datang. Lalu pelaku menghampiri korban. “Dimana sekarang suaminya, apakah masih main ayam ?” tanya pelaku.

Korban mulai percaya. Sebab selain pelaku mengetahui namanya, juga kegemaran suaminya. Artinya pelaku sangat mengenal suaminya. Setelah bercakap singkat, pelaku mulai beraksi. Dimulai dengan meminta nomor handphone suami korban. Setelah mendapatkan nomor HP tersebut, pelaku berpura-pura menghubungi suami korban, yang kemungkinan tidak nyambung. Suara pelaku yang seolah berbicara dengan suami korban via telepon seluler sedikit dinyaringkan agar didengar korban. Saat itu pelaku meminta suami korban untuk meminjamkannya Kartu ATM.  Selanjutnya pelaku meminta persetujuan suami korban untuk meminjam ATM korban. Setelah itu pelaku kembali menghampiri korban. Pelaku menyampaikan jika suami korban meminta agar korban meminjamkannya ATM. Pelaku juga meminta nomor rekening korban yang katanya akan dikirim ke temannya. Kata pelaku, temannya akan menstransfer uang Rp 26 juta kepadanya melalui rekening korban. “Saya kemudian diajak pelaku ke ATM. Dia meminta saya meninggalkan sepeda motor di Alfamart, lalu dibonceng ke ATM BNI depan Hotel Tambora,” kata korban.

Baca Juga  Ngaku Bisa Gandakan Uang, Seorang Kakek Cabuli Anak Temannya

Semula pelaku meminta korban mengecek saldo pasti di ATM-nya, yang ternyata berjumlah 3.350.000. Lalu meminta korban menarik Rp 3 juta. Alasannya agar pelaku mudah mengetahui berapa uang transferan yang masuk ke rekening korban. Korban menuruti permintaan pelaku. “Tarik saja dulu bu, biar kita sama-sama enak, biar saya tahu berapa uang saya nanti yang masuk ke rekening ibu,” kata korban meniru penuturan pelaku.

Setelah uang Rp 3 juta di tangan korban, pelaku mengajak korban kembali ke Alfamart. Setibanya di sana, pelaku kembali menghubungi suami korban, meminta persetujuan meminjam uang tiga juta yang baru saja diambil korban di ATM. Pelaku mengatakan jika nanti uangnya sudah ditransfer langsung saja dipotong. “Saya awalnya sempat ragu dan bertanya untuk apa pinjam uang,” kata korban.

Pelaku berdalih, uang itu untuk membayar perbaikan mobilnya, sambil menunjuk mobil yang berada di bengkel tidak jauh dari Alfamart. Korban masih ragu, tapi pelaku sedikit memaksa. “Saya bilang biar saya saja yang pergi bayar perbaikan mobil itu. Karena saya kenal dengan pemilik bengkel. Pelaku meminta agar dia saja yang membayarnya, katanya dia sudah janji dengan pemilik bengkel,” ungkap korban.

Entah mengapa korban menyerahkan uang Rp 3 juta itu kepada pelaku. Setelah uang sudah berpindah tangan, pelaku langsung kabur. Korban langsung ke counter membeli pulsa lalu menghubungi suaminya. Suaminya mengaku tidak pernah dihubungi oleh siapapun soal uang itu. “Barulah saya tahu kalau sudah tertipu,” ujar korban.

Baca Juga  Deklarasi, Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Siap Disanksi Pidana

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Sumbawa yang kemudian ditindaklanjuti dengan mengamankan hasil rekaman CCTV Alfamart. Dari rekaman itu sangat jelas terlihat bagaimana pelaku memperdayai korban. Ciri-ciri pelaku menggunakan sepeda motor Beat hitam, mengenakan jaket dan helm warna hitam, serta tas rangsel. Selain itu pelaku mengenakan masker tebal hitam. Polisi juga sempat menelusuri nomor plat sepeda motor yang digunakan pelaku. Ternyata nomor plat itu palsu. Untuk diketahui, selain Wati, sebelumnya ternyata ada beberapa korban lainnya. Modusnya hampir sama, SKSD. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb