Seminar Nasional SIT SC Sukses, Kupas Pola Asuh Generasi Milenia

oleh -41 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/11/2017)

Seminar Parenting Nasional yang digelar Sekolah Islam Terpadu (SIT) Samawa Cendekia Sumbawa, Minggu (5/11), berlangsung sukses. Seminar bertema “Pola Asuh Generasi Sosmed di Era Milenia” yang dilaksanakan di Gedung Padepokan KONI GOR Cendrawasih Sumbawa ini menghadirkan pembicara nasional, Aning Rahmawati ST—Hafidz Qur’an yang merupakan Praktisi Parenting Karakter dan Keluarga. Dipandu Sri Haryati S.SIT., M.PH—Ahli Tumbuh Kembang Anak, seminar berjalan sangat menarik dan cukup menyentuh perasaan. Terbukti,  tak satupun dari para peserta yang didominasi kaum ibu ini beranjak dari tempat duduknya.

Dalam paparannya, Aning Rahmawati memberikan tips bagaimana pola asuh anak di era saat ini. Kuncinya adalah komunikasi. Dengan komunikasi akan menentukan masa depan anak. Komunikasi yang gagal akan membawa anak-anak pada kehancuran. Menurutnya, tidak ada anak yang nakal di dunia ini, karena semua anak yang diciptakan Allah dalam keadaan fitrah. Ketika ada anak yang nakal, sudah pasti ada yang salah dalam pola pengasuhan. Selain itu setiap anak memiliki bakat dan keunikan yang berbeda-beda. Ketika orang tua tidak mampu mengidentifikasi bakat dan keunikan anak, maka anak tersebut menjadi orang yang biasa-biasa saja. Sebaliknya jika mampu mengetahuinya yang kemudian dikembangkan melalui pola asuh yang baik, anak tersebut akan menjadi anak yang luar biasa.

Aning Rahmawati ST—Hafidz Qur’an yang merupakan Praktisi Parenting Karakter dan Keluarga

Ditemui SAMAWAREA usai seminar, Aning Rahmawati mengatakan bahwa seminar ini sangat penting. Melalui seminar ini, pihaknya ingin memberikan bekal bagi seluruh keluarga muslim Indonesia agar memiliki visi yang sama bahwa keluarga bagian dari peradaban maupun upaya membangun peradaban bangsa menuju generasi emas Indonesia yang lebih baik. Bagaimana pun juga pemuda merupakan cikal bakal peradaban. Pemuda juga menjadi pembentuk negara yang kuat, tangguh dan kokoh. Karena dari pemudalah Indonesia bisa menjadi negara yang berjaya dan beradab.

Baca Juga  Hebat, 4 Siswa SMAN 1 Moyo Utara ke Mabes TNI

Menurutnya, tidak ada kata terlambat dalam mendidik anak menjadi pemuda yang diharapkan. Karena setiap anak (manusia) diberikan kesempatan oleh Allah untuk berubah. Kapan dan dimanapun untuk berubah dan membuat anak-anak menjadi lebih baik, serta orang tua lebih kokoh dan tangguh mengasuh anak-anaknya sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah itu bisa dilakukan di berapapun usia anak.

Pengasuhan anak dengan pola pengasuhan yang dicontohkan Rasulullah SAW tidak mengenal masa termasuk di era millennia ini. Justeru dengan meneladani pola pengasuhan Rasulullah, keluarga akan sukses dan berhasil. “Sebetulnya generasi sekarang menjadi generasi alay dan jauh dari peradaban maupun kesuksesan dunia akhirat, karena jauh dari pola pengasuhan yang dicontohkan Rasulullah. Justru pola pengasuhan Rasulullah akan membentengi dan memberikan ketangguhan kepada generasi muda untuk bisa eksis di era millennia saat ini,” imbuhnya.

Sementara Kepala SIT Samawa Cendekia, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si menilai seminar parenting yang digelar ini merupakan yang terbaik dari seminar yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Pesertanya benar-benar menghayati dan mengikutinya dengan tertib serta tidak beranjak dari tempat duduknya. Artinya materi dan pematerinya sangat cocok bagi orang tua. “Alhamdulillah acaranya luar biasa dan pematerinya is the best,” cetus Sambirang.

Sambirang mengaku SIT SC sengaja mengambil tema seminar “Pola Asuh Generasi Sosmed di Era Milenia”. Hal ini terkait dengan kenyataan generasi saat ini. Sebab mulai dari lahir, hingga tumbuh dan berkembang di lingkungan yang disebut dengan “well connected society, wifi community, dan online society. Mereka akrab dengan fitur-fitur HP, media sosial seperti FB, Twitter,  Instagram, dan lainnya. Mereka juga gemar selfie, upload gambar atau video ke media social tentang aktivitasnya sehari-hari seperti makan, jalan-jalan, bahkan sedang sedih pun dishare ke media sosial. Ini eranya dimana akses terhadap informasi melalui jaringan teknologi internet sudah bukan lagi keinginan tapi sudah menjadi kebutuhan. “Anak-anak kita lebih cepat pintar dibanding generasi zaman dulu karena keakraban mereka dengan teknologi komunikasi. Tapi bahaya sekali jika keakraban mereka dengan IT tidak kita kawal,  bimbing, dan arahkan,” ujarnya.

Baca Juga  Besok, Kelulusan Siswa SMAN 1 Plampang Diumumkan

Inilah tujuan seminar ini dengan mengundang Aning Rahmawati ST—Hafidz Qur’an yang merupakan Praktisi Parenting Karakter dan Keluarga untuk memberikan bekal kepada orang tua, agar memiliki filter dan kemampuan mengenalkan mana nilai yang baik dan patut diakses oleh anak-anak. Ketika orang tua tidak memiliki basis pengetahuan yang kuat terkait ajaran agama dan nilai-nilai Qur’ani, mereka tidak bisa membentengi anak-anaknya dari virus negatif yang muncul melalui media social. “Sekarang banyak berita hoax, informasi palsu, konten kekerasan, seksual dan hal negative lainnya yang anak-anak belum tentu tahu mana yang benar dan tidak. Anak-anak juga bukan dilarang untuk berinteraksi dengan teknologi canggih, HP dan media social, tapi dalam batas yang wajar, selektif dan bisa mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak. Itu semua dapat dicapai orang tua terhadap anak-anaknya melalui pola asuh yang baik sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW,” demikian Sambirang. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb