Selamat !! Panwascam se-Kabupaten Sumbawa Resmi Dilantik

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/11/2017)

Sebanyak 72 orang Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Sumbawa resmi dilantik oleh Panwaslu Kabupaten Sumbawa. Para Panwascam yang diambil sumpah di Aula Hotel Parahiyangan Sumbawa, Kamis (2/11) ini merupakan hasil seleksi yang sangat ketat. Hadir pada acara tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Kapolres Sumbawa, jajaran Kejaksaan Negeri Sumbawa, Pejabat Pengadilan Negeri Sumbawa, dan Ketua KPU Sumbawa.

Penetapan anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan ditetapkan dengan keputusan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sumbawa No: 004/NB.07/PANWASLU-KAB.SBW/XI/2017 tentang Penetapan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan se-Kabupaten Sumbawa pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTB Tahun 2018.

Dalam sambutannya, Ketua Panwaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsi Hidayat, S.IP menyampaikan bahwa Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan sangat diperlukan untuk melakukan pengawasan terhadap tahapan penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Peran Panwas dalam pemilu sangat penting karena menyangkut sukses atau gagalnya sebuah pemilu. Namun dalam pengawasan harus melibatkan elemen masyarakat, karena Pemilu adalah milik rakyat. “Dapat dibayangkan dengan keterbatasan personel yang hanya berjumlah 3 orang di Kabupaten, 3 di Kecamatan, 1 di desa dan 1 orang sebagai pengawas TPS, sangatlah penting membuka diri dan berkoordinasi dengan elemen masyarakat dan para stakeholder yang ada di masing-masing kecamatan. Karena dengan hal seperti itu, akan dapat minimalisir terjadinya pelanggaran yang akan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Syamsi.

Baca Juga  Kartu Domino Antar Tiga Penjudi Diproses Hukum

Ia berharap agar koordinasi secara intens oleh peserta pemilu maupun pasangan calon tetap dilakukan. Begitu juga dengan partai politik yang sengaja diundang dalam pelantikan tersebut, agar nantinya dapat berkoordinasi, dan bisa memahami apa yang menjadi tugas Pengawas Pemilu. “Panwascam harus maksimal dan jika terdapat indikasi pelanggaran maka sesegera mungkin melakukan pencegahan. Jika tidak bisa dicegah maka penindakan wajib hukum dilakukan,” imbuhnya.

Terkait dengan penindakan, Panwaslu memiliki Sentra Gabungan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang terdiri dari unsur Panwaslu, Kepolisian dan Kejaksaan. Jadi jika terjadi pelanggaran maka lembaga tersebut akan membahasnya secara bersama-sama terkait dengan langkah yang akan diambil.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu NTB, Umar Achmad Seth, SH.,MH mengatakan bahwa dengan diambilnya sumpah sebagai Panwascam, tentunya harus benar-benar menjalani, memahami bagaimana tugas dan fungsinya selaku Pengawas Pemilu. Jika merujuk pada pasal 33-34 Undang-undang No. 10, Panwascam mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama dengan Bawaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten, hanya yang membedakannya pada posisinya saja yang berada di kecamatan. Karena itu sumpah yang diambil dari para Panwascam tersebut merupakan panduan dan penuntun untuk tetap menjaga integritas karena tugas dan fungsinya sama dengan Bawaslu Republik Indonesia.

Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik H. Burhan, SH.,MH, menyampaikan bahwa dalam setiap tahapan Pilkada adalah kesempatan bagi pemangku kebijakan dan masyarakat untuk menjadikan pilkada tidak hanya sebagai sarana untuk melakukan seleksi kepala daerah dan wakil kepala daerah, tapi juga sebagai sarana membangun toleransi keberagaman, meningkatkan derajat politik kerakyatan dan membangun kontrak sosial.

Baca Juga  Kaum Ibu Minta ‘Sentuhan’ Nurdin Ranggabarani  

Bupati juga menyampaikan bahwa untuk memastikan kondisi tersebut, pengawas pemilu sangat dibutuhkan, mulai dari memastikan prosedur pelaksanaannya sehingga akan menghasilkan kepala daerah yang berkualitas. Sehingga peran dari pengawas pemilu memiliki peranan posisi yang strategis dalam penyelenggaraan pemilu. Panwascam mempunyai peran penting dan ujung tombak dalam mengawal pelaksanaan pemilu agar berjalan dengan baik dan sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditentukan. “Kesiapan semua unsur dalam pelaksanaan Pilkada memiliki peran yang strategis bagi terselenggaranya pesta demokrasi yang bersih, berintegritas dan bebas korupsi. Maka keberadaan Panwascam nantinya akan dapat membantu KPU dalam mengawasi berbagai hal terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Tentu proses tersebut nantinya akan terlaksana dengan baik, lancar dan sukses,” pungkas Bupati. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb