Investigasi BPKPS, Indoflight Beroperasi di Sumbawa Secara Ilegal

oleh -36 views

Gelar Pelatihan Pramugari dan Petugas Penerbangan

SUMBAWA BESAR, SR (02/11/2017)

UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Pulau Sumbawa (BPKPS) terpaksa turun tangan untuk melakukan investigasi terhadap Indoflight, sebuah perusahaan yang berlokasi di Jalan Lintas KM 3 Sumbawa. Pasalnya perusahaan yang menyelenggarakan pelatihan atau training untuk menjadi Pramugari (Flight Attendent), Petugas Operasi Penerbangan (Flight Operation Officer), Keamanan Penerbangan (Aviation Security) dan Passasi ini, beroperasi tanpa mengantongi ijin.

Pengawas Tenaga Kerja UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Pulau Sumbawa, Indra Kurniawan SH yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Kamis (2/10) mengaku baru mendatangi perusahaan itu untuk mengecek perijinan terkait kegiatan yang dilakukan. Sebab ada pengaduan masyarakat yang merasa ragu apakah perusahaan itu sebagai lembaga pelatihan atau penyalur tenaga kerja. Hasil investigasinya, ternyata perusahaan tersebut tidak mengantongi ijin sebagai lembaga pelatihan swasta. Artinya, perusahaan ini beroperasi secara ilegal. Parahnya lagi, Indoflight sudah mengurus OJT (On Job Training) untuk para peserta yang tengah dilatih. Jika perusahaan itu juga bergerak sebagai penyalur tenaga kerja, berarti ada dua ijin yang harus dikantonginya, di samping ijin menggelar lembaga pelatihan swasta. “Kami tadi ke perusahaan itu mengecek izinnya, ternyata belum ada. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas PMTSP Kabupaten juga belum menerbitkan ijin untuk perusahaan itu. Dari Disnakertrans Kabupaten juga belum menerbitkan rekomendasi terkait pertimbangan tekhnis operasional. Kalau tidak punya ijin, berarti perusahaan ini beroperasi secara ilegal,” tegas Indra didampingi pengawas lainnya, Andi M Nur.

Baca Juga  Tabrak Mobil Parkir, Pasutri Terkapar

Meski tanpa ijin, ungkap Indra, perusahaan itu sudah merekrut sekitar 104 orang, dengan biaya Rp 4,1 juta per orang. Sesuai yang tertera dalam kwitansi, biaya itu untuk seragam, cek medical dan pass bandara. Ini merupakan rekrutan pertama dan kegiatannya baru berjalan satu bulan.

Selaku Pengawas, kata Indra memiliki kewajiban untuk mengawasi kegiatan perusahaan tersebut. Terhadap temuan ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan kabupaten untuk bersama-sama menghentikan kegiatan perusahaan dimaksud. “Kami investigasi sekaligus meminta pihak perusahaan menghentikan operasional dan segera mengurus ijin. Sebab kegiatannya melanggar pasal 14 ayat 2 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, bahwa lembaga pelatihan kerja swasta wajib memperoleh izin atau mendaftar ke instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan yaitu Disnakertrans,” jelasnya, seraya menyatakan Jumat besok segera mengeluarkan nota pemeriksaan sebagai pembinaan tertulis.

Sementara pihak Indoflight yang dihubungi berkali-kali melalui nomor seluler 081246504168 sesuai yang tertera di papan nama perusahaan, tadi malam, belum berhasil dikonfirmasi. Meski nyambung namun tidak diangkat. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb