Hamzah Gempur: Jangan Ada Konspirasi di Proyek Puskesmas Sebotok !

oleh -14 views
Hamzah, Ketua LSM Gempur

SUMBAWA BESAR, SR (02/11/2017)

Ketua LSM Gempur, Hamzah menantang semua pihak yang menyatakan pasir yang digunakan untuk pembangunan rumah dinas dan UPT Puskesmas Sebotok Pulau Moyo, adalah pasir kebun atau gunung. Sebab Hamzah mensinyalir pasir yang digunakan adalah pasir laut. Karena itu ia mendesak semua pihak untuk melakukan pembuktian terbalik dan uji material sehingga masyarakat yakin material yang digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepada wartawan di Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (2/11) tadi, Hamzah mengatakan penjelasan masyarakat terkait penggunaan pasir kebun dalam pembangunan rumdis dan Puskesmas Sebotok, sebaiknya tidak langsung diterima TP4D dan Bagian Pembangunan Setda Sumbawa yang melakukan pengecekan lokasi. Seharusnya dikroschek langsung lokasi pengambilan material. Sebab meski di sekitar lokasi ada kebun, pasirnya tetap saja mengandung kadar garam. Selain itu, dalam RKS disarankan material yang digunakan adalah material yang sesuai dengan petunjuk. “Jangan sampai ada konspirasi hanya untuk menyelamatkan bangunan yang sudah ada. Kami tidak bisa menerima keterangan itu begitu saja. Harus dilakukan uji mutu,” tegas Hamzah.

Jika memang benar menggunakan pasir kebun dan di dalam kontraknya ada dana untuk mobilisasi material, harus dikembalikan kepada negara. Uji material juga harus dilakukan secara professional, bila perlu mencari konsultan uji mutu yang independen dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Jika dilakukan uji lab di laboratorium milik PU, Ia tidak yakin hasilnya bisa diharapkan masyarakat. Karena ada semacam korelasi antara hasil uji mutu dengan pertanggungjawaban konstruksi bangunan yang sudah jadi. Apabila hasilnya material itu mengandung kadar garam yang banyak sehingga berdampak pada kekuatan konstruksi, maka kesimpulannya apakah bangunan itu akan dibongkar atau diterima. Dalam penilaian kami, rentan sekali hasil uji laboratorium itu nanti berpihak untuk menyelamatkan konstruksi yang sudah dibangun,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Pasien RSUD NTB Meninggal, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi Akibat COVID-19