Ritual Potong Kambing Awali Konstruksi Dermaga Sebotok

oleh -7 views
Kontraktor Pelaksana menjelaskan secara detail rencana kerja kepada TP4D dan Kabag Pembangunan Sumbawa

PULAU MOYO, SR (01/11/2017)

Konstruksi Dermaga Sebotok, Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa mulai dikerjakan. Hal ini diawali dengan pemasangan tiang pancang, Rabu (1/11) sore tadi. Sebelum tiang pancang berdiri, digelar ritual dengan penyembelihan seekor kambing hitam oleh tetua adat setempat. Hadir menyaksikan pemasangan tiang pancang yang menggunakan sejumlah alat berat ini, di antaranya Kadishub Provinsi NTB, Kadishub Sumbawa, TP4D, Kabag Pembangunan Setda Sumbawa dan Inspektorat.

Manager Proyek PT Kencana Raya Abadi Sentosa selaku pelaksana, Slamet Sugiharto mengatakan pemasangan tiang pancang ini mengawali dimulai pengerjaan konstruksi dermaga senilai hampir Rp 9 Milyar ini. Tiang pancang ini akan dipasang di 72 titik. Sugi—sapaan singkatnya, memastikan semua tiang pancang ini akan terpasang dalam waktu 12 hari. Setiap harinya diupayakan 6 tiang pancang berdiri. “Pemasangan tiang pancang ini tidak terlalu sulit karena kami menggunakan tenaga ahli yang sangat berpengalaman, serta sejumlah alat berat,” katanya.

Sebenarnya diakui Sugi, konstruksi bangunan sudah mulai dikerjakan sejak 21 Agustus lalu sesuai kontrak. Yang menjadi kendala saat itu adalah proses pengadaan material karena didatangkan langsung dari Surabaya, kecuali batu yang diambil dari Sumbawa. Selain pengadaan material, kendala lainnya adalah akses droping material. Saat dilakukan survey awal, air laut dalam keaadan pasang dan memungkinkan kapal tongkang masuk. Namun setelah kapal tiba, ternyata airnya surut dan tidak memungkinkan bagi kapal untuk menepi. Akhirnya diputuskan untuk memberdayakan masyarakat Sebotok sebagai tenaga kerja guna membuka akses, sehingga semua kendala tersebut dapat teratasi. Mengenai konstruksi, Sugi mengatakan setelah pemasangan tiang pancang dilakukan pembuatan beton yang sebelumnya dilakukan uji laboratorium.

Baca Juga  Pemda KSB Komunikasikan Perpanjangan Ijin Eksport PTNNT

Sugi menyatakan bahwa pengerjaan konstruksi dermaga ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Namun demikian ia tidak ingin takabur dan tetap mengikuti schedule time sehingga proyek APBN ini tuntas sesuai masa akhir kontrak, 27 Desember 2017 mendatang. Optimismenya ini cukup beralasan. Selain semua material, dan sarana prasarana pendukung sudah tersedia di lokasi, pihaknya juga sudah mendapat jadwal pasang surut air laut dari BMKG sebagai antisipasi hambatan proyek yang disebabkan cuaca. “Meski kendala tidak bisa diprediksi, tapi kami tidak terlalu khawatir. Yang jelas pembangunan ini tuntas tepat waktu dan hasil pengerjaannya sesuai spesifikasi dan tepat mutu,” tandasnya.

Ketua TP4D Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH didampingi Kabag Pembangunan, Z Arifin S.Pt M.Si mengatakan bahwa pihaknya menekankan agar pembangunannya tepat waktu dan tepat kualitas. Dari pengamatannya pengerjaannya masih tetap on schedule, dan diperkirakan pembangunannya sesuai jadwal. “Saya lihat bisa selesai tepat waktu, karena materialnya sudah ada di lokasi tinggal dipasang dan dikerjakan. Lagipula pemasangan tiang pancang yang dianggap berat sudah ada jaminan akan selesai dalam hitungan hari karena melibat tenaga tekhnis dan peralatan berat,” ujar Erwin.

Meski demikian pihak tetap melakukan monitoring dan evaluasi, serta meminta laporan progress pengerjaannya dari PPK. “Kami tetap berharap kontraktor professional, bekerja dengan baik mengacu pada spek sehingga sehingga daerah ini memiliki dermaga yang bisa dibanggakan, tentunya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb