Dewan Riset Daerah Sumbawa Dibentuk, Resmi Dilantik Bupati

oleh -15 views

SUMBAWA BESAR, SR (31/10/2017)

Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Sumbawa periode 2017-2021 terbentuk. Kemarin, Senin (30/10), lembaga tersebut secara resmi dilantik Bupati Sumbawa, di Aula H Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Ketua Dewan Riset Provinsi NTB, Anggota DPRD Sumbawa, dan Pimpinan OPD.

Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutannya mengatakan, tantangan utama dalam pengembangan dan penerapan Iptek adalah menciptakan iklim yang kondusif bagi perguruan tinggi, lembaga litbang, badan usaha, pusat studi dan masyarakat luas, untuk berperan aktif dalam pengembangan Iptek. Sesuai dengan tema pembangunan daerah Tahun 2018 yaitu Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas melalui Pembangunan Infrastruktur, Peluang Investasi Produk Unggulan dan Inovasi Daerah, maka sangat relevan dengan peran yang akan dijalankan Dewan Riset Daerah. Sebab pertumbuhan ekonomi yang berkualitas hanya dapat dicapai bila pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi secara merata dan digerakkan oleh pertumbuhan ekonomi rakyat. Wabup berharap melalui Dewan Riset Daerah dapat memberikan masukan terkait penyusunan arah, prioritas serta kerangka kebijakan pembangunan Iptek di daerah serta dapat mendukung pemerintah daerah dalam pelaksanaan koordinasi dengan daerah-daerah lain dalam hal pengembangan Iptek.

Sementara itu, Ketua Dewan Riset Daerah Provinsi NTB, Prof. Yusuf Ahyar Sutaryono menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa merupakan kabupaten kedua setelah Kabupaten Lombok Utara yang membentuk Dewan Riset Daerah.

Baca Juga  Lepas Jabatan Rektor UTS, Andy Tirta Maju di Pilkada Sumbawa ?  

Sebelumnya Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa Ir. H. Iskandar D, M.Ec.Dev. dalam laporannya menyampaikan bahwa keanggotaan Dewan Riset Daerah Kabupaten Sumbawa merupakan hasil kerja tim koordinasi pembentukan DRD yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa. Keberadaan DRD memiliki arti penting dalam rangka menghasilkan inovasi daerah, karena majunya suatu daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh inovasi yang dilakukan. Pemerintah memberikan insentif dan perlindungan terhadap inovasi dan mendorong berbagai upaya memicu kreatifitas daerah untuk menghasilkan karya-karya inovatif.

Dilaporkan pula keanggotaan DRD yang dilantik berjumlah 12 orang, berasal dari unsur-unsur kelembagaan Iptek Daerah meliputi Perguruan Tinggi 5 orang, Lembaga litbang Daerah 2 orang, Badan Usaha 3 orang dan lembaga penunjang atau elemen masyarakat 2 orang, dengan kepengurusan terdiri dari 1 orang ketua merangkap anggota, 1 orang wakil ketua merangkap anggota, 1 orang sekretaris merangkap anggota dan sembilan orang anggota. Tata kerja Dewan Riset Daerah selanjutnya diatur dalam tata tertib DRP dengan masa tugas keanggotaan adalah 5 tahun dan dapat dipilih atau ditunjuk kembali sesuai dengan kebutuhan.

Dalam jangka pendek, DRD diharapkan menghasilkan tata tertib DRD, regulasi mengenai kelembagaan DRD Kabupaten Sumbawa, agenda riset daerah, kegiatan-kegiatan penting lainnya dalam penguatan sistem inovasi daerah. Pada akhir laporannya, Iskandar mengaku bahwa Bappeda telah memfasilitasi 15 kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh LPPM perguruan tinggi maupun pusat studi di Kabupaten Sumbawa. Untuk memperkaya substansi, Bappeda telah memiliki 3 peneliti untuk melakukan ekspose, dan pada Tahun 2017 akan menggelar lomba inovasi dalam rangka mencari calon tenant yang akan dibina melalui inkubasi bisnis Sumbawa Tekhno Park (STP). (*)

dukacita dukacita bankntb