Menristek Dikti Bantu Sumbawa Bibit Sapi Hasil IB

oleh -18 views

SUMBAWA BESAR, SR (28/10/2017)

Kehadiran Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Prof. Dr. H.M. Natsir di Kabupaten Sumbawa tidak hanya menyaksikan wisuda perdana mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Angkatan I Tahun 2017 ataupun menjadi Inspektur Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Kampus Elang yang berlokasi di kaki Bukit Olat Maras tersebut, namun ada oleh-oleh yang diberikan untuk daerah ini. Adalah bantuan ratusan bibit sapi unggulan. Bantuan bibit dalam bentuk semen beku hasil inseminasi buatan (IB) ini diserahkan langsung Menteri Natsir kepada Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc yang didampingi Kadis Perternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. Talifuddin M.Si, Jumat (27/10). Penyerahan bantuan ini disaksikan Anggota Komisi VII DPR RI, Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc.

Saat dicegat SAMAWAREA, Menristek Prof Natsir mengatakan bahwa bibit sapi bantuan ini merupakan system peternakan yang tengah dikembangkan kementeriannya. Selama ini pengembangan ternak sapi masih dilakukan secara tradisional, dengan mengawinkan ternak secara alami. Dengan cara alami ini hasilnya akan lebih kecil. Karena itu dengan menerapkan teknologi yang dikembangkan melalui Inseminasi Buatan, kepastian untuk berhasil sangat tinggi. Dan teknologi yang sudah dikembangkan Kemenristek Dikti ini untuk memperbaiki genetika sapi. “Kami menerapkan teknologi ini dengan konsentrasi pada Sapi Bali, Madura dan Sumba, yang merupakan sapi lokal Indonesia,” ungkapnya.

Ia mencontohkan Sapi Bali berumur 3—4 tahun berat badan normalnya 200—250 Kg. Melalui perbaikan genetika dengan memberikan nutrisi yang baik, akan menghasilkan sapi seberat 500—550 Kg. Setelah bantuan bibit sapi ini diberikan, sambung Menteri Natsir, akan dilakukan bimbingan cara menyeleksi ternak, pemberian nutrisi, dan bagaimana menyiapkan pakan yang baik sehingga menghasilkan ternak yang baik dan berkualitas. Apalagi dari laporan Bupati ungkap Menteri, di Sumbawa ada program Gemajipi—integrasi jagung dan sapi. Limbah jagung diolah menjadi pakan ternak. Ini menurut menteri akan jauh lebih efektif dan efisien terutama dalam penggunaan lahan, tidak hanya hasil bumi yang diperoleh tapi sekaligus bisa menghasilkan pakan yang baik untuk peternakan.

Baca Juga  Gempa 6,6 SR Guncang Sumbawa, Pusat di Sumba Baratdaya NTT

Ke depan transfer teknologi dan pendampingan akan terus dilakukan. Sebab tak ada artinya mengembangkan peternakan tapi tidak ada pendampingan dan tidak memahami teknologi. Karena itu Kemenristek Dikti bekerjasama dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) untuk tugas ini. “Dosen dan mahasiswa UTS akan diberikan bimbingan yang kemudian akan mendampingi para peternak dalam menyukseskan program IB,” ucapnya.

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc menyambut hangat bantuan dari Menristek Dikti tersebut. Dengan bantuan bibit sapi berkualitas dan pendampingan yang maksimal dari kementerian, peternak Sumbawa akan sejahtera dan daerah ini menjadi lumbung ternak berkualitas. “Semoga kami selalu mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” harap Bupati.

Ditambahkan Kadis Peternakan, Ir Talifuddin M.Si, bibit sapi dalam bentuk semen beku bantuan Kementerian Ristek Dikti akan disebar kepada para peternak. Sebelum bibit hasil IB ini disebar, pihaknya akan melakukan identifikasi mana ternak masyarakat yang siap. Karena bibit ini akan disuntikkan ke tubuh ternak betina yang dikandangkan. Suntikan ini dilakukan ketika ternak sedang birahi. Untuk mendapatkan birahi ternak, dilakukan singkronisasi untuk merangsangnya dengan suntikan hormon. “Jadi bibit dalam bentuk semen beku ini ditembakkan ke tubuh ternak yang benar-benar sudah siap dan dalam kondisi birahi,” demikian Talif. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb