TGB Jadi Pembicara di Kampus UKI Jakarta Kupas Soal Pancasila

oleh -9 views

JAKARTA, SR (27/10/2017)

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi menegaskan bahwa kejujuran merupakan pondasi atau sumbu yang menentukan kadar integritas sesorang. Sedangkan integritas atau karakter yang baik merupakan modal utama dalam upaya mewujudkan bangsa yang kuat dan berkemajuan. Sebab dengan kejujuran maka seseorang memiliki integritas yang nantinya akan dicari oleh siapapun. Termasuk menanamkan sifat kejujuran pada diri sendiri. Karenanya untuk mencapai kemajuan yang besar di segala bidang, bangsa ini harus didukung dan dibangun oleh generasi muda yang memiliki karakter kuat. Yakni generasi muda yang memiliki integritas pribadi dan sosial yang baik, moralitas yang kuat serta kejujuran yang tinggi. Karena itu, Gubernur yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB)  mengajak para pemuda untuk membangun karakter yang kuat sebagai modal dasar membangun bangsa Indonesia yang lebih baik. TGB memaparkan hal itu saat memenuhi undangan Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI), Dr. Maruarar Siahaan, SH MH sebagai narasumber pada kuliah umum mahasiswa  UKI, di Kampus UKI di Jakarta, Jum’at (27/10/2017), dengan tema “Pendidikan Wawasan Kebangsaan Pada Generasi Milenial”.

Di hadapan sekitar 200 mahasiswa, TGB mengungkapkan pandangannya tentang agama dan hubungannya dengan Pancasila. Tuan Guru Bajang memaknakan Pancasila sebagai “Kemanusiaan  yang Berketuhanan yang Maha Esa”. Menurutnya, agama merupakan modal terpenting dan utama dalam membangun bangsa. Dan nilai-nilai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat di dalam wadah NKRI ini, termasuk Pancasila bersumber dari norma dasar dan meta norma yang diambil dari nilai nilai ajaran agama. Karena itu, pancasila adalah modal penting untuk membangun bangsa. Karena Tidak ada satupun nilai yang terdapat pada pancasila sebagai dasar negara yang bertentangan dengan agama. Bahkan, nilai-nilai tersebut sangat fundamen dalam kehidupan manusia. TGB mengajak para pemuda untuk membangun karakter yang kuat untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik. Terlebih pancasila ini merupakan hasil kesepakatan para pendiri bangsa sebagai modal sosial bagi warga negara. TGB meyakini dengan modal ini, Bangsa Indonesia ke depan akan lebih maju seiring dengan semakin cerdasnya para pemuda memandang dan mencermati modal sosial tersebut. “Ketika ada yang bertanya kepada saya, Tuan Guru, kalau dalam satu kalimat menurut Tuan Guru, Pancasila itu apa? Saya sampaikan, kalau dalam satu kalimat bagi saya, pancasila itu adalah kemanusiaan yang berketuhanan,” ungkap Gubernur Alumni Al-Azhar Kairo Mesir tersebut. Karena menurut TGB, dari lima sila yang ada di pancasila tersebut, empat di antaranya berbicara tentang kemanusiaan dan satunya berbicara tentang ketuhanan.

Baca Juga  Indi Suryadi Terancam Diproses Pidana

Sebagai modal sosial dan hasil konsensus para pendiri bangsa, TGB mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk menghiasi ranah kehidupan dengan nilai-nilai baik yang ada dalam pancasila. Termasuk, jika suatu saat nanti para mahasiswa terjun ke dunia politik dan mengemban tugas besar untuk memperbaiki bangsa. Praktik-praktik politik yang baik harus ditradisikan mulai saat ini, ajaknya. “Generasi muda juga perlu mambangun karakter yang baik sejak dini dengan menjalankan ajaran agama,” tegas TGB.

Apalagi saat ini, generasi muda sudah masuk ke era milenial, dimana seluruh informasi yang terjadi di belahan dunia dapat diakses oleh siapapun. Namun, menurutnya era milenial tidak perlu dilawan atau dijadikan ancaman. “Justru momentum itu harus dijadikan peluang untuk menyebar dan berbagi informasi tentang pengalaman-pengalaman hebat kita. Karena generasi milenial merupakan generasi yang membangun kebersamaan melalui persahabatan dan pertemanan,” imbuhnya.

Sebelumnya Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan menyampaikan terima kasih karena dapat menghadiri undangan sekaligus berbagi pengalaman dan wawasan kepada seluruh mahasiswanya. Kehadiran TGB tersebut harus dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa untuk menyerap dengan baik ilmu dan pengalaman yang disampaikan TGB. Ia berharap, pengalaman TGB yang sukses memimpin NTB serta wawasan kebangsaan yang dimilikinya dapat dijadikan modal bagi para mahasiswa jika suatu saat menjadi pemimpin di negeri ini. Hadir juga saat itu Warek I, Dr. Wilson Rajaguguk Warek III, Dr Dhaniswara Harjono, Wakil Dekan Kerdid Simbolon dan ratusan mahasiswa UKI dan umum. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb