Menristek Kagum, Mahasiswa UTS dari Aceh Sampai Papua

oleh -11 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/10/2017)

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) RI, Prof. Dr. M Natsir mengaku kagum dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang mampu menghimpun mahasiswa dari seluruh nusantara yakni dari Aceh hingga Papua. Menurutnya hal itu sangat luar biasa karena mustahil bagi perguruan tinggi baru yang mampu melakukannya. “Ini hanya ada di UTS, tentu sebuah kebanggaan tersendiri,” ucapnya saat memberikan sambutan pada Wisuda Perdana Mahasiswa UTS Angkatan I di GOR UTS, Jumat (27/10) yang dihadiri Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc, Rektor UTS Dr. Andy Tirta, Ketua Yayasan Dea Mas, Ny Niken Zulkieflimansyah, Anggota Forkopimda, dan sejumlah kepala SKPD.

Menteri Natsir juga memberikan penilaian terhadap Fakultas Bioteknologi dan Metalurgi yang dinilai cukup langka. Dengan dua ilmu yang dimiliki UTS ini diyakni akan membawa daya saing bangsa. Dengan daya saing ini, Ia berharap 5 tahun mendatang UTS menjadi perguruan tinggi terbaik. Di bagian lain, ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada Rektor UTS yang berupaya sekuat tenaga menghasilkan lulusan sebanyak 148 mahasiswanya. UTS akan maju tergantung dari alumninya. Ketika alumninya sukses maka akan membawa angkatan-angkatan berikutnya menjadi orang yang sukses. Karenanya bagi alumni yang ingin menjadi pengusaha untuk tekun dan bekerja keras agar menjadi pengusaha yang sukses. Demikian dengan yang ingin menjadi akademisi juga harus belajar sehingga menjadi akademisi yang baik. Hal ini sejalan dengan system yang tengah didesain Kemenristek Dikti yaitu bagaimana menjadi nasional kompetitif berdaya saing bangsa. Ini hanya bisa dicapai dengan tenaga kerja yang terampil. Dan tenaga kerja yang terampil ini dihasilkan dari lembaga pendidikan yang melakukan proses pembelajaran yang baik seperti UTS ini. Kemudian untuk bisa mewujudkan daya saing bangsa, harus ada inovasi. Karena dengan inovasi akan menghasilkan temuan dan temuan bisa menjadi komersialisasi. “Inovasi ini sangat penting di tengah persaingan yang sangat kompetitif saat ini, serta kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat. Hanya orang-orang yang menghasilkan inovasi yang mampu bersaing dan meraih sukses,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  TGB : Sekolah Perjumpaan Medium untuk Saling Menghargai